zonamerahnews.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menunjukkan komitmen luar biasa terhadap masa depan pendidikan di ibu kota. Dalam sebuah acara penting di Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan, ia menegaskan kesiapan penuh pemerintah provinsi untuk mendukung pengembangan Sekolah Rakyat, bahkan berjanji mencarikan lahan tambahan demi menampung lebih banyak siswa.
Dorongan untuk peningkatan kapasitas ini datang setelah Menteri Sosial Saifullah Yusuf, akrab disapa Gus Ipul, memaparkan kebutuhan mendesak Jakarta akan percepatan penambahan daya tampung Sekolah Rakyat. Saat ini, ibu kota hanya memiliki satu Sekolah Rakyat permanen, padahal targetnya adalah mengakomodasi setidaknya 1.000 siswa. Gus Ipul menyambut antusias respons Gubernur Pramono yang selaras dengan harapan Presiden agar Jakarta memiliki sekolah percontohan tambahan.

Kementerian Sosial sendiri telah menyiapkan sepuluh titik sekolah rintisan untuk menampung seribu siswa, delapan di antaranya kini tengah dalam proses renovasi. Lokasi-lokasi strategis seperti gedung milik LAN Pejompongan, di Marunda, dan Curug menjadi bagian dari inisiatif ini. Gubernur Pramono pun menyatakan akan segera mengkaji lokasi potensial lainnya untuk merealisasikan target tersebut.
Kedatangan Gubernur pada Jumat sore itu disambut meriah oleh penampilan memukau para siswa-siswi Sekolah Rakyat. Mulai dari yel-yel penuh semangat, baris variasi yang kompak, Tari Gadis Bersolek Betawi yang anggun, demonstrasi karate, pidato tiga bahasa (Mandarin, Arab, Inggris), hingga paduan suara dan pembacaan puisi yang menyentuh hati.
Melihat bakat dan semangat anak-anak, Pramono mengaku terenyuh. Ia berbagi kisah masa kecilnya di Kediri, di mana orang tuanya yang berprofesi guru harus membesarkan delapan anak, termasuk dirinya. Pendidikan berkualitas kala itu hanya bisa diakses berkat bantuan beasiswa pemerintah. Pengalaman pribadi ini membuatnya semakin memahami pentingnya uluran tangan bagi mereka yang membutuhkan.
"Apa yang ditampilkan anak-anak kita tadi sungguh luar biasa, itu menjadi inspirasi," ujar Pramono dengan decak kagum. Ia berharap semangat ini akan memupuk generasi yang tangguh dan berdaya saing di masa depan. Menurutnya, Sekolah Rakyat adalah secercah harapan baru bagi keluarga kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan bermutu, sebuah investasi jangka panjang yang tak ternilai harganya.
Pramono juga menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat ini selaras dengan berbagai inisiatif prioritas Pemprov DKI Jakarta, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, dan program pemutihan penebusan ijazah. Di SRMA 10 Jakarta Selatan sendiri, tercatat ada 90 siswa yang merupakan penerima KJP. "Raut wajah anak-anak kita di sini sekarang, adalah wajah-wajah yang penuh optimisme. Wajah-wajah yang tidak kehilangan semangat untuk menatap masa depan," pungkas Pramono, penuh keyakinan.

