zonamerahnews.com – Muhammad Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, baru-baru ini membuka suara terkait penunjukan komisaris di sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya, keberadaan individu dengan beragam latar belakang di jajaran komisaris justru menjadi kunci vital dalam menghadirkan perspektif baru dan memastikan agenda pemerintah berjalan sesuai koridornya.
Dalam sebuah kesempatan usai membuka Nusantara Media Fest 2026 di Jakarta, Qodari membagikan pengalamannya saat menjabat sebagai komisaris di salah satu BUMN. Ia menekankan bahwa peran komisaris tak sekadar pengawas, melainkan juga pemberi arah strategis. "Ketika kita datang dari latar belakang yang berbeda, dari luar lingkungan perusahaan, kita membawa pandangan segar yang bisa menjadi solusi alternatif," jelasnya. Ini adalah modal berharga yang bisa disumbangkan kepada perusahaan tempat mereka bertugas.

Pernyataan Qodari ini muncul di tengah sorotan publik atas beberapa penunjukan komisaris BUMN belakangan ini. Sebut saja Mufi Budi Ananda, asisten pribadi Raffi Ahmad, yang kini menjabat komisaris PT Krakatau Posco, atau Gina Febriyanti Ginting, relawan Prabowo-Gibran, yang ditunjuk sebagai komisaris PT Pertamina Retail. Qodari menegaskan bahwa praktik penunjukan komisaris semacam ini adalah hal lumrah, tidak hanya di BUMN tetapi juga di korporasi swasta.
Ia menambahkan, modal dasar seorang komisaris sebetulnya sederhana: akal sehat dan niat baik. Individu yang ditempatkan pada posisi ini umumnya telah memiliki rekam jejak pengalaman mumpuni, baik dari organisasi, pemerintahan, maupun sektor swasta. Pengalaman inilah yang kemudian menjadi bekal untuk memberikan perspektif baru dalam menjalankan fungsi pengawasan di BUMN.
Diskusi mengenai kompetensi komisaris BUMN juga sempat disuarakan oleh Ketua DPR Puan Maharani. Puan sebelumnya mendorong agar posisi strategis ini diisi oleh figur-figur profesional dan kompeten. Fenomena saat ini memang menunjukkan keragaman latar belakang komisaris BUMN, mulai dari wakil menteri, pejabat ASN, politisi, relawan, hingga individu yang memiliki kedekatan dengan elite partai.

