zonamerahnews – Kota Tangerang dilanda duka mendalam setelah kebakaran hebat melanda kompleks Asrama Polri di Ciledug. Insiden nahas ini, yang terjadi pada Kamis (16/4) sore, memaksa sedikitnya 110 jiwa harus mengungsi dari tempat tinggal mereka. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, seperti dilaporkan zonamerahnews.com, menunjukkan bahwa warga terdampak kini ditampung di posko darurat dan lokasi aman lainnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua titik pengungsian utama untuk menampung para korban, yaitu aula di area asrama dan masjid terdekat. "Selain itu, aula Kecamatan Ciledug juga disiagakan sebagai lokasi evakuasi tambahan jika diperlukan," ungkap Mahdiar. Ia menegaskan prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. "Seluruh kebutuhan di posko darurat sudah disiapkan dengan baik oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang," tambahnya, menjamin ketersediaan logistik bagi warga terdampak.

Api yang melalap kompleks asrama tersebut pertama kali berkobar pada Kamis (16/4) sekitar pukul 16.00 WIB. Kobaran api yang ganas dengan cepat menghanguskan setidaknya 25 unit rumah warga. Tim pemadam kebakaran dari berbagai unit, termasuk UPT Ciledug, Pinang, Batuceper, hingga Mako BPBD, segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Berkat kerja keras dan koordinasi yang sigap, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 19.00 WIB di hari yang sama, mencegah kerugian yang lebih besar.
Mahdiar menambahkan, hingga saat ini tim gabungan dari berbagai instansi masih terus melakukan pendataan komprehensif untuk menghitung total kerugian dan memastikan setiap korban mendapatkan penanganan yang layak. "Kami memastikan seluruh kebutuhan logistik, medis, serta pendampingan psikologis yang diperlukan oleh warga terdampak akan terpenuhi," ujarnya. Ia juga tak lupa mengingatkan masyarakat luas untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pemicu kebakaran. "Terutama yang bersumber dari gangguan instalasi listrik maupun aktivitas memasak di dapur, yang seringkali menjadi penyebab utama," tegasnya.
Di sisi lain, Ketua Kompleks Asrama Polri Ciledug, Muji Raharjo, mengonfirmasi bahwa warga yang rumahnya hangus terbakar telah diarahkan untuk mengungsi sementara di lokasi-lokasi yang telah disediakan. Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong yang terbangun. "Kami dibantu pemerintah, relawan, dan warga sekitar bergotong-royong membangun dapur umum yang sudah mulai beroperasi sejak tadi pagi untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi," pungkas Muji, menunjukkan solidaritas yang kuat di tengah musibah.

