zonamerahnews – Jakarta – Kabar duka menyelimuti dunia politik dan pertahanan Indonesia. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, menyampaikan kenangan mendalamnya atas berpulangnya sosok Juwono Sudarsono, mantan Menteri Pertahanan yang ia sejuluki sebagai seorang ilmuwan besar. Mahfud secara khusus menyoroti keahlian Juwono dalam menguasai isu-isu pertahanan dari perspektif geopolitik global. Pernyataan ini disampaikan Mahfud pada Sabtu (28/3), sebagaimana dikutip dari Antara.
"Saya dulu menggantikan Prof. Juwono di awal pemerintahan Gus Dur," tutur Mahfud, mengawali kisahnya. Ia melanjutkan, "Sejujurnya, beliau adalah seorang ilmuwan besar yang sangat menguasai masalah pertahanan, terutama dari sudut pandang geopolitik global." Mahfud, yang kemudian menjabat sebagai Menhan pada tahun 2000 menggantikan Juwono, menegaskan bahwa Juwono adalah figur yang sangat tepat untuk posisi tersebut di eranya. "Orangnya santun, bicaranya tidak meledak-ledak, namun daya tariknya luar biasa kuat," kenang Mahfud, menggambarkan kepribadian almarhum.

Mengakhiri kenangannya, Mahfud MD turut mendoakan, "Semoga beliau mendapat surga-Nya." Kabar duka mengenai berpulangnya Juwono Sudarsono, yang pernah menjabat Menteri Pertahanan di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memang telah menyebar luas melalui pesan singkat. Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, telah mengonfirmasi berita duka tersebut. Rico menjelaskan bahwa Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia itu menghembuskan napas terakhir pada Sabtu (28/3) pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta.
Rencananya, jenazah mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di masa Presiden BJ. Habibie ini akan dimakamkan pada Minggu (29/3) di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Sepanjang kariernya, Juwono Sudarsono bukan hanya dikenal sebagai Menhan dan Mendikbud. Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup menjelang berakhirnya era Presiden Soeharto, menunjukkan rekam jejak pengabdian yang panjang dan beragam di kancah pemerintahan Indonesia.

