zonamerahnews – Kepala Satuan Pengelola Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojosongo, Herdi, akhirnya angkat bicara menanggapi polemik menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat viral di media sosial. Menu tersebut sebelumnya menjadi sorotan tajam komika Pandji Pragiwaksono dan bahkan memicu teguran langsung dari Wali Kota Solo, Respati Ardi. Herdi menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah serius dengan melakukan evaluasi menyeluruh terkait insiden tersebut.
Herdi menjelaskan, kejadian terkait menu MBG yang dikritik oleh Pandji Pragiwaksono itu kini dijadikan pelajaran berharga bagi SPPG Mojosongo. Menu yang menjadi perbincangan hangat tersebut diketahui terdiri dari pisang ambon, fish and chips, serta jambu kristal, yang dikemas dalam plastik vakum dan diunggah Pandji melalui akun Threads-nya.

"Evaluasi tentu selalu ada. Atas kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kami agar lebih berhati-hati dalam proses perancangan menu bersama Pengawas Gizi, tim Keuangan, Mitra, dan Yayasan, serta dengan tetap mendengarkan masukan dari para penerima manfaat," ujar Herdi saat dihubungi detikJateng, Minggu (15/3), seperti dikutip dari zonamerahnews.com.
Pihaknya menegaskan komitmen untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas menu yang akan disajikan. "Kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan pembenahan agar ke depannya pelayanan yang kami berikan dapat semakin baik, sehingga hal serupa tidak terulang kembali," imbuhnya.
Mengenai waktu pembagian menu kontroversial tersebut, Herdi mengaku lupa detail tanggal pastinya. Ia menduga menu itu didistribusikan antara tanggal 11 atau 12 Maret 2026. "Untuk detail kami juga kurang tahu persisnya kapan, sepertinya Rabu atau Kamis tanggal 11 atau 12 Maret," jelasnya.
Herdi juga menambahkan bahwa operasional SPPG Mojosongo terakhir dilakukan pada 13 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa penghentian operasional tersebut bukan karena adanya insiden kritik menu, melainkan mengikuti jadwal kalender pendidikan sekolah. "Terakhir beroperasi ditanggal 13 Maret, bukan (karena kejadian kemarin?), karena kita mengikuti kalender pendidikan sekolah," pungkasnya.
Sebelumnya, komika Pandji Pragiwaksono melayangkan kritik pedas terhadap menu MBG di SPPG Mojosongo. Melalui unggahan di Threads, Pandji membagikan foto makanan yang dikemas vakum, berisi pisang ambon, fish and chips, dan jambu kristal. Dalam unggahan singkatnya, ia hanya menulis satu kata: "Bro," yang mengindikasikan ketidaklayakan menu tersebut.
Kritik tersebut segera direspons oleh Wali Kota Solo, Respati Ardi. Melalui akun Threads-nya @respatiardi, Respati memberikan tanggapan. "Selamat malam mas, untuk SPPG tersebut sudah mendapatkan perhatian khusus dari Satgas MBG Surakarta nggih, mohon maaf atas ketidaknyamanannya nggih," tulis Respati.
Tidak hanya berhenti di media sosial, Respati Ardi juga langsung mendatangi SPPG Mojosongo untuk memberikan teguran langsung. Bahkan, ia meminta pihak SPPG untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi kesalahan serupa di kemudian hari. "Sudah kami tegur, kami awasi, dan saya minta untuk membuat pernyataan tidak mengulangi kembali agar supaya nanti dari BGN (Badan Gizi Nasional) sebagai pemangku kebijakan bisa mengawasi dengan betul lagi," kata Respati saat ditemui di SPPG Mojosongo, Jumat (13/3).

