zonamerahnews – Hujan deras tanpa henti yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak dini hari Jumat (20/2) telah mengubah sejumlah sudut ibu kota menjadi genangan air. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menunjukkan setidaknya 31 Rukun Tetangga (RT) di beberapa wilayah kini terendam banjir. Data tersebut, yang dihimpun per pukul 05.00 WIB, menjadi peringatan dini bagi warga Jakarta akan potensi dampak lebih lanjut.
Fokus utama genangan berada di wilayah Jakarta Selatan, di mana intensitas hujan yang tinggi berpadu dengan luapan air dari Kali Krukut dan Kali PHB Nipam menjadi pemicu utama. BPBD merinci, tiga RT di kawasan Cipete Utara mengalami banjir dengan ketinggian cukup signifikan, mencapai 70 sentimeter. Sementara itu, di Petogogan, dampak banjir terasa lebih luas dengan 28 RT yang terendam, meskipun ketinggian air relatif lebih rendah, sekitar 20 sentimeter.

Situasi ini diperparah dengan status siaga di beberapa pos pantau ketinggian muka air. Berdasarkan informasi dari laman BPBDDKI per pukul 06.00 WIB, lima pos pantau telah masuk kategori waspada (Siaga 3). Pos-pos tersebut meliputi Bendung Katulampa (90 cm), Pintu Air Karet (520 cm), Pos Pantau Krukut Hulu (160 cm), Pos Pesanggrahan (200 cm), dan Pasar Ikan-Laut (192 cm).
Kewaspadaan juga ditingkatkan di Pos Angke Hulu, yang kini berstatus siaga (Siaga 2) dengan ketinggian muka air mencapai 270 sentimeter. Secara khusus, perhatian tertuju pada Bendung Katulampa di Bogor, Jawa Barat. Ketinggian muka air di bendungan vital ini tercatat 90 sentimeter pada pukul 06.00 WIB, menunjukkan tren kenaikan yang konsisten sejak pukul 01.00 dini hari. Kondisi ini mengindikasikan potensi peningkatan debit air yang akan mengalir ke Jakarta, menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh warga.

