Di tengah puing-puing sisa bencana hidrometeorologis sporadis yang melanda Sumatra, khususnya Aceh, pada November tahun lalu, semangat Ramadan tetap menyala. zonamerahnews – Rabu (18/2) malam, sebuah pemandangan mengharukan tersaji di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, saat para korban musibah tersebut dengan khusyuk menunaikan salat tarawih berjemaah perdana di musala darurat.
Kondisi ini terpaksa mereka jalani lantaran proses rekonstruksi dan penanggulangan pascabencana yang belum rampung sepenuhnya. Masjid utama yang selama ini menjadi pusat ibadah warga masih terbenam dalam lumpur tebal, membuatnya tak bisa digunakan untuk kegiatan keagamaan.

Wakil Kepala Imam Musala Desa Manyang Cut, Jailani, mengungkapkan rasa syukurnya atas selesainya pembangunan musala darurat tepat sebelum bulan suci Ramadan tiba. "Ini malam tarawih pertama, saya berterima kasih banyak karena meunasah darurat ini sudah dibangun," ujarnya dengan nada penuh syukur.
Jailani menambahkan, "Dengan adanya meunasah darurat ini, ya, bisa malam pertama inilah kita salat tarawih. Meunasah sebelumnya tidak bisa dipakai lagi karena ada banjir." Musala sementara ini, menurutnya, mampu menampung sekitar 50 jemaah, baik laki-laki maupun perempuan, yang tetap menjalankan ibadah dengan khusyuk.
Suasana ibadah pada malam pembuka Ramadan kali ini memang terasa sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya jemaah memadati seluruh ruangan, kini hanya terlihat dua saf yang terisi. "Ramadan kali ini kami tentu sangat berbeda. Ini keadaan sangat duka karena musibah, tapi terpaksa kami salat di meunasah darurat," tutur salah seorang jemaah, menggambarkan perasaan campur aduk antara kesedihan dan ketaatan.
Berdasarkan pantauan zonamerahnews.com, kondisi serupa juga terjadi di berbagai wilayah terdampak lainnya di Aceh, seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Bireuen, hingga Aceh Tengah. Di sana, musala-musala darurat menjadi tumpuan utama bagi warga korban bencana untuk tetap bisa menjalankan ibadah tarawih berjemaah, menjaga nyala spiritual di tengah ujian.

