Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Nasib Gibran Pasca Putusan MA

    31-10-2026 - 06.35

    Sekolah Elit SMA Taruna Nusantara Kini Gratis

    31-10-2026 - 06.05

    RUU Perampasan Aset Sikat Habis Mafia Investasi

    31-10-2026 - 03.35
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Nasib Gibran Pasca Putusan MA
    • Sekolah Elit SMA Taruna Nusantara Kini Gratis
    • RUU Perampasan Aset Sikat Habis Mafia Investasi
    • Heroik Penjual Kerupuk Tewas Demi Selamatkan Siswi
    • Rahasia Prabowo Cetak Pemimpin Masa Depan
    • Ijazah Gibran Ternyata Tak Ada
    • Ayah Wali Kota Kediri Dicopot Polda Jatim
    • Kemenangan Mutlak Delpedro dan Kawan Kawan
    Sabtu, 31 Oktober 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Luhut Sentil Keras UGM: Jangan Cuma Ribut Ijazah, Ini Prioritas!
    Nasional

    Luhut Sentil Keras UGM: Jangan Cuma Ribut Ijazah, Ini Prioritas!

    14-12-2025 - 13.052 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email

    zonamerahnews – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, melontarkan seruan tegas kepada perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk lebih fokus pada riset yang berdampak langsung bagi ketahanan pangan nasional. Dalam sebuah acara Solo Investment Festival di Solo, Jumat (12/12), Luhut secara spesifik menyoroti kebutuhan mendesak akan peningkatan produktivitas bawang putih melalui pengembangan bibit unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim. Ia bahkan tak segan-segan menyentil Universitas Gadjah Mada (UGM) agar tidak hanya berkutat pada persoalan ijazah semata.

    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Menurut Luhut, permasalahan bawang putih di Tanah Air bukan hanya soal kuantitas produksi, melainkan juga kualitas bibit yang digunakan petani serta kemampuannya beradaptasi dengan kondisi iklim yang terus berubah. “Kita harus bicara kualitas dari bibit-bibit yang kita punya. Tidak hanya jumlah, tapi kualitas dan adaptable terhadap perubahan iklim,” tegasnya, menekankan pentingnya pendekatan komprehensif.

    Ia mendorong kampus-kampus besar seperti Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Diponegoro (Undip) untuk melakukan penelitian mendalam terkait tanah-tanah ketinggian seribu meter yang ideal untuk penanaman bawang putih. Namun, sorotan tajamnya tertuju pada UGM, salah satu universitas terkemuka di Indonesia. “UGM, jangan soal ijazah melulu aja yang diributin. Kalian bikin studi dong, di mana nih di Jawa Tengah ini tempat kita bisa menanam bawang putih,” kata Luhut, menyiratkan perlunya UGM untuk lebih terlibat dalam riset pertanian yang konkret dan berorientasi solusi.

    Tak hanya mendorong pihak lain, Luhut juga mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan riset mandiri. Dengan menggunakan metode genome sequencing, ia mencari varietas bawang putih baru di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, pada ketinggian sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut. “Enggak mahal-mahal. Uang kantong saya sendiri kok,” ujarnya, menunjukkan komitmen pribadinya dalam mendukung inovasi. Riset yang melibatkan profesor-profesor muda ini, menurut Luhut, telah menunjukkan hasil positif dengan menghasilkan bibit bawang putih berproduktivitas lebih tinggi.

    Luhut optimis, peningkatan produktivitas bawang putih dalam negeri akan secara signifikan menekan angka impor. Saat ini, nilai impor bibit bawang putih Indonesia mencapai angka fantastis, yakni US$770 juta atau sekitar Rp12,8 triliun. “Kalau bisa (ditekan) 50 persen bertahap, sama dengan US$350 juta. Itu 4 hampir 5 triliun rupiah,” pungkasnya, menggambarkan potensi penghematan devisa yang sangat besar bagi negara jika riset dan pengembangan bibit unggul ini berhasil diimplementasikan secara luas. Upaya kolaboratif antara pemerintah, akademisi, dan petani diharapkan mampu mewujudkan kemandirian bawang putih nasional.


    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Nasib Gibran Pasca Putusan MA

    31-10-2026 - 06.35

    Sekolah Elit SMA Taruna Nusantara Kini Gratis

    31-10-2026 - 06.05

    RUU Perampasan Aset Sikat Habis Mafia Investasi

    31-10-2026 - 03.35

    Heroik Penjual Kerupuk Tewas Demi Selamatkan Siswi

    31-10-2026 - 03.05

    Rahasia Prabowo Cetak Pemimpin Masa Depan

    30-10-2026 - 22.35

    Ijazah Gibran Ternyata Tak Ada

    30-10-2026 - 22.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Nasib Gibran Pasca Putusan MA

    Nasional 31-10-2026 - 06.35

    zonamerahnews.com – Polemik mengenai keabsahan dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memasuki babak baru…

    Sekolah Elit SMA Taruna Nusantara Kini Gratis

    31-10-2026 - 06.05

    RUU Perampasan Aset Sikat Habis Mafia Investasi

    31-10-2026 - 03.35

    Heroik Penjual Kerupuk Tewas Demi Selamatkan Siswi

    31-10-2026 - 03.05
    Our Picks

    Nasib Gibran Pasca Putusan MA

    31-10-2026 - 06.35

    Sekolah Elit SMA Taruna Nusantara Kini Gratis

    31-10-2026 - 06.05

    RUU Perampasan Aset Sikat Habis Mafia Investasi

    31-10-2026 - 03.35

    Heroik Penjual Kerupuk Tewas Demi Selamatkan Siswi

    31-10-2026 - 03.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.