Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Wabah Flu A Hantui Sumut Siapa Targetnya

    26-09-2026 - 16.35

    Megawati Tabur Bunga Perpisahan Adik Tercinta

    26-09-2026 - 16.05

    Bupati Gowa Terjerat Korupsi Jabatan Berganti Cepat

    26-09-2026 - 13.35
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Wabah Flu A Hantui Sumut Siapa Targetnya
    • Megawati Tabur Bunga Perpisahan Adik Tercinta
    • Bupati Gowa Terjerat Korupsi Jabatan Berganti Cepat
    • Daftar Petinggi Polri Naik Pangkat Bikin Heboh
    • Terungkap Lokasi Peristirahatan Terakhir Guruh Soekarnoputra
    • Momen Haru Jenazah Guruh Soekarnoputra Tiba
    • Misteri Hunian Mewah Lapas Cibinong Terkuak
    • Bechi Anak Kiai Jombang Bebas Remisi Fantastis
    Sabtu, 26 September 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Banjir Sumatra: Menteri Kehutanan Sikat Habis Para Penguasa Lahan!
    Nasional

    Banjir Sumatra: Menteri Kehutanan Sikat Habis Para Penguasa Lahan!

    06-12-2025 - 22.052 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Banjir Sumatra: Menteri Kehutanan Sikat Habis Para Penguasa Lahan!

    zonamerahnews – Jakarta – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengambil tindakan tegas dengan menyegel empat subjek hukum yang beroperasi di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dugaan kuat bahwa aktivitas mereka menjadi penyebab utama banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut.

    Penyegelan ini menyasar sejumlah pihak, termasuk Konsesi TPL Desa Marisi, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) Jhon Ary Manalu Desa Pardomuan, PHAT Asmadi Ritonga Desa Dolok Sahut, Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara, serta PHAT David Pangabean Desa Simanosor Tonga, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan.

     Banjir Sumatra: Menteri Kehutanan Sikat Habis Para Penguasa Lahan!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Tim kami di lapangan telah bergerak cepat melakukan operasi penegakan hukum. Kami menyegel empat subjek hukum dari total sekitar 12 yang terindikasi kuat melakukan pelanggaran terkait dengan bencana alam di Sumatra," tegas Raja Juli Antoni dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/12).

    zonamerahnews – Menhut juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mendalami secara intensif dugaan pelanggaran kehutanan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru. Proses investigasi meliputi pengumpulan bukti sampel kayu dan pemeriksaan mendalam terhadap semua pihak yang terkait. Raja Juli Antoni menegaskan komitmennya untuk menindak tegas tanpa pandang bulu seluruh pelaku perusakan hutan yang terbukti bersalah dalam kasus ini.

    Tidak hanya itu, Kemenhut juga telah mengidentifikasi delapan area lahan lainnya yang akan segera disegel. "Selain empat subjek hukum yang telah disegel, delapan lainnya sudah teridentifikasi dan akan segera menyusul," imbuhnya.

    zonamerahnews – Sebelumnya, Kementerian Kehutanan telah menemukan lima lokasi penebangan hutan yang diduga kuat tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Kelima lokasi ini dicurigai menjadi pemicu utama banjir bandang di Sumatra.

    Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menjelaskan bahwa hasil analisis awal menunjukkan, selain curah hujan ekstrem, terdapat indikasi kerusakan lingkungan yang signifikan di hulu daerah aliran sungai (DAS) Batang Toru dan Sibuluan. Hilangnya tutupan hutan di lereng dan hulu DAS diduga kuat telah menurunkan kemampuan tanah dalam menyerap air. Akibatnya, hujan ekstrem dengan cepat berubah menjadi aliran permukaan (run-off) yang kuat, memicu banjir dan longsor yang dahsyat.

    zonamerahnews – Dwi menambahkan bahwa kayu-kayu gelondongan yang terbawa arus banjir juga mengindikasikan adanya aktivitas pembukaan lahan dan penebangan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Kami melihat pola yang jelas: di mana ada kerusakan hutan di hulu akibat aktivitas ilegal, di situ pula potensi bencana di hilir meningkat secara drastis," pungkasnya.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Wabah Flu A Hantui Sumut Siapa Targetnya

    26-09-2026 - 16.35

    Megawati Tabur Bunga Perpisahan Adik Tercinta

    26-09-2026 - 16.05

    Bupati Gowa Terjerat Korupsi Jabatan Berganti Cepat

    26-09-2026 - 13.35

    Daftar Petinggi Polri Naik Pangkat Bikin Heboh

    26-09-2026 - 13.05

    Terungkap Lokasi Peristirahatan Terakhir Guruh Soekarnoputra

    26-09-2026 - 08.35

    Momen Haru Jenazah Guruh Soekarnoputra Tiba

    26-09-2026 - 08.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Wabah Flu A Hantui Sumut Siapa Targetnya

    Nasional 26-09-2026 - 16.35

    zonamerahnews.com – Sumatra Utara kini tengah menghadapi temuan 27 kasus Influenza A atau yang kerap…

    Megawati Tabur Bunga Perpisahan Adik Tercinta

    26-09-2026 - 16.05

    Bupati Gowa Terjerat Korupsi Jabatan Berganti Cepat

    26-09-2026 - 13.35

    Daftar Petinggi Polri Naik Pangkat Bikin Heboh

    26-09-2026 - 13.05
    Our Picks

    Wabah Flu A Hantui Sumut Siapa Targetnya

    26-09-2026 - 16.35

    Megawati Tabur Bunga Perpisahan Adik Tercinta

    26-09-2026 - 16.05

    Bupati Gowa Terjerat Korupsi Jabatan Berganti Cepat

    26-09-2026 - 13.35

    Daftar Petinggi Polri Naik Pangkat Bikin Heboh

    26-09-2026 - 13.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.