Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    TPA Supit Urang Malang Membara Hebat

    23-10-2026 - 13.35

    Sengketa Lahan Tanah Abang Memanas

    23-10-2026 - 13.05

    Misteri Lahan Terdegradasi dan Rencana Biodiesel

    23-10-2026 - 08.35
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • TPA Supit Urang Malang Membara Hebat
    • Sengketa Lahan Tanah Abang Memanas
    • Misteri Lahan Terdegradasi dan Rencana Biodiesel
    • Dokter Bandung Cabuli Anak Kandung Sendiri
    • Kabar Gembira Pencari Kerja Jakarta Gratis Transum
    • Bromo Kembali Bisa Dikunjungi Ini Kabar Baiknya
    • Aksi Pencurian Suku Cadang Kapal di Banten
    • Natalius Pigai Soroti Nasib Kelompok Rentan
    Jumat, 23 Oktober 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Tragedi Cisarua: Ratusan Siswa Keracunan Massal! Apa Penyebabnya?
    Nasional

    Tragedi Cisarua: Ratusan Siswa Keracunan Massal! Apa Penyebabnya?

    14-10-2025 - 22.052 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Tragedi Cisarua: Ratusan Siswa Keracunan Massal! Apa Penyebabnya?

    zonamerahnews – Ratusan siswa SMPN 1 Cisarua, Bandung Barat, mengalami insiden keracunan massal usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (14/10). Jumlah korban terus bertambah hingga malam hari, mencapai 132 siswa yang menunjukkan gejala keracunan.

    Pantauan zonamerahnews.com di lokasi kejadian, Posko SMPN 1 Cisarua dipenuhi siswa yang mengeluhkan sakit. Beberapa siswa dengan kondisi yang memburuk segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat, termasuk rumah sakit.

    Tragedi Cisarua: Ratusan Siswa Keracunan Massal! Apa Penyebabnya?
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Bandung Barat, Lia N. Sukandar, menjelaskan bahwa tim medis telah diterjunkan sejak siang hari untuk memberikan penanganan darurat. "Hingga pukul 20.00 WIB, total ada 132 siswa yang mengalami gejala keracunan. Kami berharap tidak ada penambahan kasus," ungkap Lia di Posko SMPN 1 Cisarua.

    Gejala yang dialami para siswa meliputi mual, pusing, nyeri perut, dan sesak napas. Pasien dengan gejala ringan ditangani di posko sekolah, sementara yang kondisinya lebih parah dirujuk ke rumah sakit. "Kami cukup siap dengan penanganan medis. Oksigen, obat-obatan, dan tenaga medis mencukupi. Kami juga telah menyiapkan rumah sakit rujukan," imbuh Lia.

    Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan yang terdiri dari nasi, ayam, dan tahu untuk diuji di laboratorium. Tujuannya adalah untuk mengetahui penyebab pasti keracunan. "Tim kami sedang melakukan investigasi ke lapangan, termasuk mendatangi dapur penyedia makanan. Laporan lengkap baru akan keluar besok," jelas Lia.

    Mengenai kemungkinan penutupan sementara dapur penyedia MBG, Lia menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu arahan dari pimpinan daerah. "Kami fokus pada penanganan pasien dulu. Soal penutupan dapur, itu bukan wewenang kami, tapi tentu menunggu hasil investigasi," ujarnya.

    Kabid SMP Dinas Pendidikan Bandung Barat, Edy Syafrudin, mengumumkan bahwa kegiatan belajar di SMPN 1 Cisarua akan dilakukan secara daring pada Rabu (15/10) untuk memberikan waktu pemulihan bagi siswa. "Pembelajaran dilakukan daring satu hari dulu sambil melihat perkembangan kondisi para siswa," kata Edy.

    Terkait program MBG, Edy menegaskan bahwa pihaknya tetap mendukung pelaksanaannya karena merupakan program pemerintah yang baik. "Kita tetap mendukung MBG, hanya saja pengawasannya harus lebih diperketat agar ke depan tidak terjadi hal serupa," pungkasnya. zonamerahnews.com akan terus memantau perkembangan kasus keracunan massal ini dan memberikan informasi terbaru kepada publik.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    TPA Supit Urang Malang Membara Hebat

    23-10-2026 - 13.35

    Sengketa Lahan Tanah Abang Memanas

    23-10-2026 - 13.05

    Misteri Lahan Terdegradasi dan Rencana Biodiesel

    23-10-2026 - 08.35

    Dokter Bandung Cabuli Anak Kandung Sendiri

    23-10-2026 - 08.05

    Kabar Gembira Pencari Kerja Jakarta Gratis Transum

    23-10-2026 - 06.36

    Bromo Kembali Bisa Dikunjungi Ini Kabar Baiknya

    23-10-2026 - 06.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    TPA Supit Urang Malang Membara Hebat

    Nasional 23-10-2026 - 13.35

    zonamerahnews.com – Kobaran api hebat mendadak menyelimuti kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang di…

    Sengketa Lahan Tanah Abang Memanas

    23-10-2026 - 13.05

    Misteri Lahan Terdegradasi dan Rencana Biodiesel

    23-10-2026 - 08.35

    Dokter Bandung Cabuli Anak Kandung Sendiri

    23-10-2026 - 08.05
    Our Picks

    TPA Supit Urang Malang Membara Hebat

    23-10-2026 - 13.35

    Sengketa Lahan Tanah Abang Memanas

    23-10-2026 - 13.05

    Misteri Lahan Terdegradasi dan Rencana Biodiesel

    23-10-2026 - 08.35

    Dokter Bandung Cabuli Anak Kandung Sendiri

    23-10-2026 - 08.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.