zonamerahnews.com – Fenomena jeratan utang pinjaman online dan candu judi online kini menjadi ancaman serius yang menghantui masyarakat Jawa Barat. Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan ini Gubernur Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM memberikan peringatan keras agar warga tidak terjebak dalam lingkaran setan finansial yang merusak masa depan keluarga.
Dalam sebuah kesempatan di acara FinExpo 2026 di Bandung KDM menyoroti tren negatif di mana Jawa Barat berisiko memuncaki daftar provinsi dengan tingkat penggunaan pinjol dan judi online tertinggi di tanah air. Ia menekankan pentingnya kecerdasan dalam mengelola uang agar masyarakat tidak terjebak dalam gaya hidup yang melampaui kemampuan ekonomi mereka.

Salah satu poin krusial yang disinggung adalah kebiasaan masyarakat yang rela berutang besar demi menjaga gengsi sosial terutama saat menggelar hajatan atau pesta pernikahan. KDM menceritakan pengalamannya saat berinteraksi dengan warga yang memilih mengambil pinjaman bank puluhan juta rupiah hanya untuk keperluan pesta. Menurutnya tindakan ini sangat berisiko karena beban cicilan dapat menghambat impian warga untuk memiliki hunian pribadi.
Ia juga mengingatkan bahwa dampak utang tidak hanya berhenti pada satu momen saja melainkan akan menciptakan rantai kesulitan ekonomi yang berkepanjangan bagi anak cucu. KDM mengimbau para orang tua untuk meninggalkan tradisi pamer atau ingin terlihat hebat di mata orang lain namun sebenarnya kondisi keuangan sedang sekarat.
Lebih lanjut KDM menegaskan bahwa peran negara sangat vital dalam memberikan perlindungan sosial. Ia berharap sistem jaminan kesehatan dan pendidikan dapat berjalan maksimal sehingga warga tidak perlu menjual aset berharga seperti sawah atau kebun hanya untuk membiayai pengobatan atau sekolah anak. Melalui momentum literasi keuangan ini diharapkan masyarakat Jawa Barat bisa lebih bijak dan tidak mudah tergiur oleh kemudahan semu yang ditawarkan oleh aplikasi pinjaman ilegal maupun situs judi online.

