zonamerahnews.com – Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa mencetak pemimpin masa depan yang tangguh tidak bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, kualitas seorang pemimpin harus diuji melalui sistem seleksi yang ketat dan komprehensif. Tidak hanya menuntut kecerdasan intelektual, seorang pemimpin unggul wajib memiliki kekuatan fisik, ketangguhan jiwa, hingga kemuliaan hati.
Dalam peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi di Jawa Barat, Presiden menegaskan bahwa fondasi kepemimpinan harus dibangun sejak dini. Ia menyoroti pentingnya kesinambungan pendidikan, mulai dari pola asuh orang tua, pendidikan usia dini, hingga jenjang sekolah menengah. Menurutnya, pendidikan adalah kunci utama untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lebih lanjut, Prabowo menekis bahwa akses terhadap pendidikan berkualitas harus bersifat inklusif. Ia ingin memastikan bahwa putra-putri terbaik bangsa memiliki kesempatan yang sama tanpa terhalang oleh perbedaan suku, agama, ras, maupun status ekonomi. Melalui lembaga pendidikan yang tepat, diharapkan lahir generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata berupa penemuan dan kekayaan bagi negara.
Namun, visi besar ini tidak akan berjalan tanpa pengelolaan sumber daya yang bersih. Prabowo memberikan peringatan keras mengenai ancaman korupsi, penyelewengan, dan penyalahgunaan wewenang. Ia menegaskan bahwa menjaga kekayaan negara adalah kewajiban mutlak, karena praktik korupsi merupakan awal dari keruntuhan sebuah bangsa. Oleh karena itu, investasi besar di sektor pendidikan harus dibarengi dengan tata kelola sumber daya yang jujur dan transparan.

