zonamerahnews.com – Ketegangan antara petugas Satpol PP dengan warga di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, akhirnya menemui titik terang. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi menyatakan bahwa insiden yang melibatkan aparat tersebut tidak akan dibawa ke ranah hukum. Keputusan ini diambil setelah melalui proses dialog dan musyawarah untuk menjaga kondusivitas wilayah.
Pramono Anung mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi langsung dengan Kepala Dinas Satpol PP terkait laporan bentrokan tersebut. Alih-alih menempuh jalur hukum, ia lebih memilih pendekatan kekeluargaan untuk menyelesaikan persoalan ini. Menurutnya, menjaga silaturahmi dan kebersamaan jauh lebih penting daripada memperpanjang konflik yang terjadi di lapangan.

Terkait pemicu kericuhan, Pramono meluruskan berbagai informasi yang beredar di masyarakat. Ia menegaskan bahwa bentrokan tersebut sebenarnya tidak berkaitan dengan pedagang makanan di lokasi kejadian. Insiden tersebut terjadi saat petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta tengah melakukan penertiban rutin di kawasan tersebut.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, kericuhan pecah pada Senin lalu saat petugas gabungan sedang menertibkan parkir liar dan pedagang kaki lima. Meskipun mendukung penuh upaya penertiban demi ketertiban kota, Pramono menekankan bahwa setiap tindakan di lapangan harus tetap mengedepankan sisi kemanusiaan dan komunikasi yang baik.
Pasca kejadian tersebut, pihak terkait sempat mendatangi Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan penjelasan mendalam mengenai urutan peristiwa yang memicu ketegangan tersebut. Namun, dengan adanya keputusan untuk bermusyawarah, diharapkan situasi di kawasan Bulungan kembali kondusif tanpa adanya tuntutan hukum lebih lanjut.

