zonamerahnews.com – Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan mulai mengancam kesehatan warga di Sulawesi Barat. Menanggapi situasi darurat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Barat resmi mengeluarkan instruksi khusus bagi seluruh satuan pendidikan di wilayah tersebut.
Kepala Dikbud Sulbar Muhammad Nehru Sagena menegaskan bahwa sekolah kini diperbolehkan menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah. Langkah ini diambil guna melindungi siswa dan guru dari dampak buruk kualitas udara yang memburuk dalam beberapa hari terakhir.

Namun penerapan belajar dari rumah ini tidak dilakukan secara serentak tanpa koordinasi. Pihak sekolah diwajibkan melapor dan berdiskusi terlebih dahulu dengan Dinas Pendidikan atau pengawas setempat sebelum memutuskan untuk mengalihkan kegiatan belajar dari ruang kelas ke rumah.
Bagi sekolah yang berada di zona terdampak asap ringan hingga sedang pemerintah mewajibkan penggunaan masker bagi seluruh warga sekolah. Selain itu seluruh aktivitas luar ruangan seperti olahraga dan upacara bendera harus dibatasi atau bahkan ditiadakan demi keselamatan bersama.
Sekolah juga diminta untuk tetap menyediakan fasilitas sanitasi seperti tempat cuci tangan guna menjaga pola hidup sehat di lingkungan pendidikan. Sementara itu sekolah yang belum terdampak asap tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka namun tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca.
Pihak dinas meminta seluruh kepala sekolah untuk terus memantau kualitas udara secara berkala dan melaporkan perkembangan kondisi lingkungan kepada pengawas pembina. Prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh peserta didik serta tenaga pendidik dari ancaman polusi asap karhutla.

