zonamerahnews.com – Pemerintah Indonesia kini tengah serius mengkaji langkah strategis untuk mengatasi krisis kelebihan kapasitas di lembaga pemasyarakatan atau lapas. Salah satu opsi krusial yang mencuat adalah program rehabilitasi khusus bagi para narapidana kasus narkotika yang jumlahnya membludak.
Kepala Badan Narkotika Nasional BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan rencana ini usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta Selasa. Menurut Suyudi serangkaian pertemuan koordinasi intensif akan segera digelar untuk merumuskan kebijakan rehabilitasi ini. Fokus utamanya adalah penanganan pengguna dan narapidana kasus narkotika yang telah menjalani proses hukum dan kini mendekam di balik jeruji.

Suyudi menyoroti situasi lapas di seluruh Indonesia yang kian sesak. Mayoritas penghuni mencapai hampir 80 persen merupakan terpidana kasus narkotika. Kondisi ini mendesak pemerintah untuk segera menemukan solusi yang efektif dan berkelanjutan. BNN akan menggandeng berbagai kementerian dan lembaga terkait dalam perumusan kebijakan ini.
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas turut menegaskan urgensi masalah ini. Ia menyatakan bahwa Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar berkoordinasi erat dengan lintas kementerian dan lembaga untuk merumuskan solusi komprehensif terkait wacana rehabilitasi. Jumlah narapidana narkotika telah melampaui kapasitas ideal lapas menjadi perhatian utama. Supratman menambahkan agenda rapat bersama lintas lembaga akan segera digelar dalam waktu dekat guna menciptakan kerangka kebijakan yang akan diimplementasikan oleh pemerintah.
Selain isu kepadatan lapas Suyudi juga menyampaikan bahwa BNN terus mengkaji regulasi terkait narkotika jenis cair. Isu peredaran rokok elektrik atau vape yang disalahgunakan dengan etomidate menjadi salah satu fokus. Presiden Prabowo sendiri memberikan atensi khusus terhadap ancaman peredaran narkotika cair ini. Meskipun koordinasi awal telah dilakukan di bawah koordinasi Kemenko PMK BNN berkomitmen untuk terus mendalami guna merumuskan regulasi yang tepat agar peredaran narkotika jenis baru ini dapat dikendalikan secara efektif.

