zonamerahnews.com – Aji Cahyono, sosok yang sempat menjadi sorotan publik karena membawa senjata tajam jenis golok saat insiden pembubaran ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, kini secara terbuka menyampaikan penyesalannya. Melalui sebuah rekaman video yang beredar luas, Aji mengutarakan permohonan maafnya kepada seluruh jemaat GKPI atas peristiwa yang terjadi pada Minggu 20 September lalu.
Dalam video tersebut, Aji mengakui kekhilafannya dan memohon maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan. Ia juga memberikan klarifikasi terkait keberadaan golok di tangannya saat keributan pecah. Menurut pengakuannya, golok tersebut masih ia bawa lantaran baru saja selesai melakukan aktivitas memotong rumput di sekitar lokasi.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Kota Tangerang, Komisaris Besar Polisi Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, memastikan bahwa perselisihan yang melibatkan kegiatan ibadah jemaat GKPI tersebut telah berhasil diselesaikan melalui jalur musyawarah. Kesepakatan damai dicapai oleh kedua belah pihak, menandai berakhirnya ketegangan yang sempat terjadi.
