zonamerahnews.com – Sebuah video viral mengungkap dugaan tindakan tak pantas seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG di Bantul Yogyakarta. Oknum berinisial G tersebut diduga kuat melecehkan seorang siswi asal Kabupaten Karo Sumatera Utara yang mengalami hilang ingatan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis MBG. Insiden ini sontak memicu reaksi keras dari berbagai pihak.
Dalam rekaman yang beredar luas pegawai G tampak mengolok-olok siswi tersebut saat mencicipi menu ayam katsu. Makanan itu disebut-sebut dimasak sehari sebelum pengambilan gambar. Berdasarkan penelusuran lebih lanjut diketahui bahwa G merupakan pengawas keuangan di SPPG Dlingo Bantul. Informasi ini telah dikonfirmasi oleh Gagat Widyatmoko selaku Koordinator Regional Badan Gizi Nasional BGN DIY.

Gagat menyatakan bahwa pihak internal telah memanggil G untuk klarifikasi. Teguran keras juga telah disampaikan kepada SPPG terkait dan pegawai yang bersangkutan. Gagat menegaskan keprihatinan mendalam atas kejadian ini. Ia menekankan bahwa setiap insiden yang berkaitan dengan keamanan pangan dan berdampak pada penerima manfaat harus ditangani dengan serius penuh empati dan rasa kemanusiaan.
"Kami sangat prihatin dan menyayangkan apabila benar ada pernyataan dari jajaran SPPG yang tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang diduga terdampak. Dalam kondisi seperti ini rasa kemanusiaan empati sensitivitas dan saling menghormati adalah yang utama," ujar Gagat. Ia menambahkan bahwa kejadian di satu wilayah harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh jajaran SPPG agar tidak terulang dan tidak dijadikan bahan candaan atau olok-olok yang melukai.
Gagat juga mengingatkan pentingnya berpegang pada fakta dan tidak mendahului proses pemeriksaan. Istilah seperti dugaan indikasi atau informasi awal harus digunakan secara tepat hingga proses verifikasi dan pembuktian tuntas. Ia menekankan perbedaan antara memberikan klarifikasi pendapat dan penilaian terhadap suatu kejadian agar tidak menimbulkan pernyataan yang tidak sensitif dan memperbesar masalah.
Seluruh jajaran mulai dari Koordinator Wilayah hingga personel SPPG diimbau untuk menjaga etika komunikasi termasuk dalam penggunaan media sosial. Sikap ini sejalan dengan upaya penguatan tata kelola dan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur SOP dalam penyelenggaraan SPPG terutama setelah berbagai isu keamanan pangan menjadi sorotan publik.
"Ketika ada saudara kita penerima manfaat atau masyarakat yang diduga terdampak suatu kejadian respons pertama kita seharusnya adalah empati bukan menghakimi. Jadikan setiap kejadian sebagai pembelajaran untuk memperbaiki pelayanan dan memperkuat pencegahan," tegas Gagat. BGN menghormati proses pemeriksaan dan pembuktian setiap insiden dengan fokus utama memastikan keamanan pangan meningkatkan kualitas pelayanan serta mencegah kejadian serupa melalui penerapan SOP yang konsisten.
Sebelumnya seorang siswi bernama Febiona berusia 16 tahun mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi MBG di Kabupaten Karo Sumatera Utara. Ia dilaporkan mengalami gangguan ingatan usai dirawat selama tiga hari di rumah sakit. Orang tua korban Elvinus Lusiana Sitanggang membenarkan kondisi putrinya. Febiona kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo RSCM Jakarta. Kini ia sudah bisa berkomunikasi. Hasil pemeriksaan Electroencephalography EEG menunjukkan saraf otak korban berada pada batas normal. Neurolog anak RSCM Setyo Handryastuti juga memastikan tidak ada gangguan fungsi otak pada siswi tersebut.

