zonamerahnews.com – Raut wajah Jiono memancarkan kelelahan serta kecemasan mendalam dia duduk bersandar di ruang tunggu Terminal Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Senin malam pria asal Sonotengah Pakisaji Malang ini terus menunduk menatap layar ponselnya menanti kabar dari seberang lautan pikirannya tertuju pada sang adik Agus Ribut Setyabudi yang menjadi korban terbaliknya Kapal Motor Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa Minggu dini hari.
Hari itu Jiono bersama keluarganya telah menjalani serangkaian prosedur dari tim kepolisian di posko Pelabuhan Tanjung Perak dia sadar tes tersebut merupakan bagian dari prosedur untuk kemungkinan terburuk namun dalam hatinya Jiono menolak menyerah pada takdir yang pahit.

Kami diminta untuk tes DNA forensik katanya bila mana ada hal yang tidak diinginkan namun yang kami inginkan semoga adik kami ini selamat waktu terasa berjalan lambat bagi Jiono serta keluarganya harapan mereka kini tertumpu pada proses evakuasi yang sedang berlangsung di laut lepas berdasarkan informasi yang ia terima ada dua armada yang akan membawa para korban ke daratan malam itu.
Belum ada kabar terbaru kami masih menunggu kapal evakuasi KRI Pulofani dan KRI Nala yang rencananya sandar di Banjarmasin malam ini ujarnya Agus sendiri bukanlah sosok asing dengan kerasnya jalanan serta penyeberangan antar pulau pria itu bekerja sebagai sopir truk ekspedisi dengan jam terbang tinggi.
Jiono bercerita adiknya sudah sering melintasi pulau hingga berhari-hari mulai dari Bontang Makassar Dompu bahkan pernah 15 hari perjalanan ke Medan Sumatera Utara sudah biasa lintas pulau biasanya ke Bontang naik kapal ke Balikpapan kami turun seminggu sekali ini baru kali ini naik kapal Virgo 8 setahu saya ini kapal baru baru beberapa bulan beroperasi ungkap Jiono mengenang pekerjaan adiknya.
Di tengah kecemasan yang mendera pihak keluarga juga dihadapkan pada kebingungan komunikasi dengan tempat Agus bekerja yakni perusahaan ekspedisi ADR sejauh ini berjalan baik pimpinan perusahaan bahkan sempat menemui Jiono serta mengajaknya makan siang namun hal serupa belum dirasakan dari PT Virgo Karya Shipping selaku pemilik sekaligus operator KM Virgo Transport 8.
Jiono dan keluarga sangat ingin bertolak ke Banjarmasin untuk memastikan langsung kondisi Agus mereka sudah meminta fasilitas keberangkatan kepada pihak PT Virgo Karya Shipping melalui sambungan telepon dengan karyawannya namun jawaban yang didapat masih sebatas janji untuk diusahakan.
Kini Jiono hanya bisa duduk menunggu di Tanjung Perak niat hati ingin langsung menjemput sang adik di Banjarmasin terpaksa dipendam karena realita keterbatasan biaya keluarga kami meminta difasilitasi ke Banjarmasin tapi belum ada kabar sampai sekarang dia operator tadi cuma bilang mau diusahakan ucapnya.
Saya sendiri ingin berangkat ke sana satu orang namun tidak memungkinkan untuk biayanya kami terkendala biaya kalau semua berangkat ke sana kan berapa juta kami sedangkan kami kerjanya cuma sopir ujar Jiono menambahkan.
Kapal Motor KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu 13 September pukul 0200 WITA saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu 12 September KM Virgo mengangkut 243 orang penumpang awak kapal hingga kru serta 89 kendaraan dari 243 korban telah terevakuasi sebanyak 108 korban dalam kondisi selamat dan 6 korban dalam kondisi meninggal dunia sementara itu sebanyak 129 orang lainnya masih dalam pencarian.

