zonamerahnews.com – Sebuah insiden mengejutkan mengguncang Tana Toraja Sulawesi Selatan. Sebanyak 160 pelajar dari dua sekolah menengah pertama di Makale diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis MBG. Puluhan siswa masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat kejadian yang terjadi pada Rabu lalu ini.
Sekretaris Daerah Tana Toraja Rudy Andi Lolo yang juga menjabat Ketua Satgas MBG membenarkan jumlah korban mencapai 160 orang. Dari angka tersebut 81 siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Makale masih terbaring di tiga rumah sakit berbeda. Sementara itu 106 siswa lainnya sempat menjalani rawat jalan dan kini sudah diperbolehkan pulang. Pihak berwenang berharap seluruh korban dapat segera pulih dan kembali beraktivitas normal.

Kepolisian Resort Toraja kini telah bergerak cepat mengusut tuntas penyebab dugaan keracunan ini. Kapolres Toraja Budi Hermawan menyatakan pihaknya masih menantikan hasil uji sampel makanan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan BPOM. Penyelidikan difokuskan untuk mengungkap apakah ada unsur kelalaian dalam proses penyiapan makanan program MBG tersebut.
Di tingkat nasional Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan keprihatinannya atas insiden yang menimpa siswa di sejumlah daerah termasuk Tana Toraja. Pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi komprehensif terhadap seluruh aspek program MBG mulai dari tata kelola aturan hingga penataan keuangan. Sudaryono menegaskan bahwa perbaikan menyeluruh akan segera dilakukan.
Mengenai aspek hukum Sudaryono menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk menentukan ada tidaknya tindak pidana dalam kasus ini. Ia menyebut beberapa kasus gangguan kesehatan terkait MBG sudah memasuki tahap penyidikan. Namun Sudaryono tidak merinci lokasi maupun detail kasus yang dimaksud. "Apakah ada yang tersangka atau tidak kita serahkan kepada hasil penyidikan atau penyelidikan oleh aparat penegak hukum di lapangan" tegasnya.

