zonamerahnews.com – Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kembali menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Keduanya terbang ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Sabtu (22/8), melanjutkan agenda peninjauan setelah sebelumnya menyambangi Kubu Raya, Kalimantan Barat. Kunjungan ini berfokus pada penguatan strategi penanganan karhutla, sebuah isu krusial yang terus menjadi perhatian pemerintah.
Setibanya di Palangka Raya, Presiden Prabowo langsung memimpin rapat koordinasi di Posko Aju Penanganan Karhutla Kalimantan Tengah, yang berlokasi di area Bandara Tjilik Riwut. Mendagri Tito turut hadir mendampingi bersama sejumlah perwakilan dari pemerintah pusat dan daerah, membahas langkah-langkah konkret untuk memadamkan api.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng, Ahmad Toyib, memaparkan situasi genting yang terjadi. Data terbaru menunjukkan, dari 1 Januari hingga 22 Agustus tahun ini, tercatat 19.992 titik panas atau hotspot. Angka ini diikuti oleh 1.639 insiden karhutla yang telah melahap dan berhasil ditangani seluas 4.499,21 hektare lahan. "Seluruh data ini kami kumpulkan setiap hari dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah melalui Pusdalops Satgas Karhutla Provinsi," jelas Toyib.
Analisis citra satelit dari Kementerian Kehutanan mengungkap fakta yang lebih mencengangkan. Luas lahan yang terdampak karhutla di Kalteng mencapai 7.634,46 hektare, menempatkan provinsi ini di urutan kesembilan secara nasional. Kondisi darurat ini mendorong 13 kabupaten/kota di Kalteng untuk menetapkan status siaga darurat bencana karhutla.
Upaya pemadaman di lapangan melibatkan kekuatan besar, sekitar 10.700 personel gabungan. Mereka berasal dari berbagai instansi seperti BPBD, Dinas Kehutanan, pemadam kebakaran, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, serta elemen masyarakat lainnya yang bahu-membahu berjuang melawan api.
Presiden Prabowo secara langsung menggali detail kebutuhan tambahan untuk memperkuat operasi pemadaman. Ahmad Toyib melaporkan bahwa saat ini empat unit helikopter water bombing sudah beroperasi, namun masih sangat membutuhkan tambahan dua hingga tiga unit lagi. "Mohon izin penambahan kalau bisa 2 sampai 3 unit lagi Bapak Presiden," pinta Toyib.
Tidak hanya itu, kebutuhan pompa air untuk mendukung pemadaman dari darat juga menjadi sorotan. Toyib menyebut Kalteng masih kekurangan sekitar 100 hingga 200 unit pompa air. Merespons laporan tersebut, Presiden Prabowo menunjukkan respons cepat. Di tengah rapat, ia segera mengambil langkah tindak lanjut, termasuk melakukan komunikasi melalui sambungan telepon, guna memastikan dukungan personel dan peralatan dapat segera dipenuhi. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pengendalian karhutla yang mengancam.

