zonamerahnews.com – Sebuah insiden mengejutkan mengguncang dunia pendidikan di Pati Jawa Tengah seorang siswa kelas 7 Madrasah Tsanawiyah MTS di Kecamatan Margorejo dilaporkan mengalami luka parah hingga dua jari tangan kirinya terputus Peristiwa tragis ini diduga kuat akibat perundungan atau kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah kakak kelasnya Pemicu awal disebut-sebut karena saling ejek nama orang tua.
Kasus ini telah resmi dilaporkan ke pihak berwajib pada Sabtu lalu oleh kuasa hukum korban Catur Andi Cahyanto dari LBH Garda Muda Nusantara Cabang Pati Catur menjelaskan kejadian memilukan itu berlangsung pada Senin pekan lalu tepatnya setelah salat Zuhur di lingkungan sekolah Ada jeda waktu sekitar 15 menit untuk istirahat usai ibadah yang kemudian berubah menjadi petaka.

Menurut penuturan Catur korban dan tiga terduga pelaku yang merupakan kakak kelas terlibat adu mulut karena saling mengejek nama orang tua Situasi memanas dan berujung pada penganiayaan terhadap korban yang berusaha menyelamatkan diri Ia sempat berlari mencari perlindungan ke dalam kelas namun kekerasan tak berhenti di sana Para pelaku terus mengejar dan menganiaya korban.
Dalam keputusasaan korban terus berlari hingga mencapai area dekat kamar mandi dan tempat wudu yang dibatasi pagar besi setinggi dua meter Di sana penganiayaan kembali terjadi Dalam upaya melarikan diri dari serangan korban nekat memanjat pagar besi tersebut Nahas saat berusaha turun tangan kirinya terjepit pagar mengakibatkan dua jarinya terputus dan satu jari lainnya mengalami keretakan.
Lebih lanjut Catur mengungkapkan salah satu jari korban yang terputus sempat tertinggal di pagar Ironisnya guru MTS di lokasi kejadian diduga sempat meminta siswa untuk mengubur jari tersebut di lingkungan sekolah Kondisi korban kini berangsur membaik setelah menjalani perawatan medis Namun upaya penyambungan jari yang sempat dibawa ke Solo tidak berhasil karena jari sudah terinfeksi tanah.
Korban telah menjalani pemeriksaan intensif di Polresta Pati untuk memberikan keterangan terkait peristiwa yang menimpanya Sementara itu pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan kasus ini Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadian Widya diketahui sedang berada di luar kota.
Berbeda dengan keterangan kuasa hukum dan korban Kepala MTS Safi’i sebelumnya menyatakan bahwa kejadian tersebut bukanlah perundungan melainkan murni insiden atau kecelakaan yang tidak mengandung unsur kesengajaan Pernyataan ini tentu bertolak belakang dengan dugaan penganiayaan yang menyebabkan luka serius pada siswa tersebut.

