zonamerahnews.com – Gunung Semeru di perbatasan Lumajang dan Malang Jawa Timur kembali menunjukkan keganasannya pagi ini. Dalam waktu hanya tiga jam gunung berapi aktif ini memuntahkan material vulkanik hingga empat kali. Kolom abu pekat terlihat membubung tinggi menembus langit mencapai ketinggian luar biasa.
Letusan pertama tercatat pukul 05.39 WIB dengan semburan abu vulkanik mencapai 1.300 meter di atas puncak atau sekitar 4.976 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang itu bergerak ke arah utara. Tak lama berselang erupsi kedua terjadi pukul 06.29 WIB dengan kolom abu setinggi 800 meter. Disusul erupsi ketiga pukul 06.51 WIB setinggi 1.200 meter dan letusan keempat pukul 07.55 WIB dengan ketinggian abu 1.000 meter. Aktivitas ini terekam jelas di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 100 detik.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Semeru Liswanto mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat dan wisatawan. Ia mengimbau agar tidak ada aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Lebih lanjut Liswanto menekankan pentingnya menjauhi area 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah ini sangat berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai jarak 17 kilometer dari puncak. "Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena sangat rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar" tegasnya.
Kewaspadaan tinggi juga diperlukan terhadap potensi awan panas guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru. Terutama di Besuk Kobokan Besuk Bang Besuk Kembar dan Besuk Sat serta anak-anak sungai kecil dari Besuk Kobokan.
Sepanjang tahun ini Gunung Semeru telah meletus sebanyak 1.486 kali menunjukkan tingkat aktivitas vulkanik yang sangat tinggi. Hingga Selasa pagi pukul 09.20 WIB status gunung api ini masih berada pada level Siaga atau Level III. Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi PVMBG menunjukkan dalam periode 00.00-06.00 WIB Semeru mengalami 16 kali gempa letusan dengan amplitudo 13-22 mm dan durasi 64-143 detik. Selain itu tercatat 3 kali gempa guguran dan 2 kali gempa hembusan yang mengindikasikan pergerakan magma di bawah permukaan.

