zonamerahnews.com – Sebuah tabir misteri menyelimuti kematian RYS seorang Aparatur Sipil Negara ASN dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang jasadnya ditemukan di dalam mobil dinasnya di area parkir Bandara Internasional Juanda Surabaya. Pihak keluarga kini menduga kuat ada sosok pria misterius yang terlibat dalam insiden tragis ini.
Risang Bima Wijaya selaku kuasa hukum keluarga RYS mengungkapkan bahwa kecurigaan ini bukan tanpa dasar. Ia menyebut, rekaman kamera pengawas atau CCTV yang ditunjukkan oleh pihak kepolisian kepada keluarga korban menjadi petunjuk krusial.

Dari rekaman CCTV di gerbang masuk bandara, mobil dinas bernomor polisi M 1090 GP yang digunakan korban terlihat dikemudikan oleh seorang pria. Pria tersebut seorang diri di balik kemudi saat mengambil tiket parkir. Dengan pencahayaan yang memadai, ciri-ciri fisiknya cukup jelas: memakai masker putih, berkaus biru, berkacamata minus, dan berambut ikal. Tangan kirinya memegang setir sambil mengenakan jam tangan, sementara tangan kanannya menjulur keluar untuk mengambil tiket.
Ironisnya, RYS yang seharusnya berada di kursi penumpang sebelah kiri sama sekali tidak terlihat dalam rekaman tersebut. Risang menduga kuat bahwa kursi penumpang tempat jasad korban ditemukan memang sengaja direbahkan sejak awal, sehingga tubuh RYS tidak tampak dari luar kendaraan.
Rentetan kejanggalan tak berhenti di situ. Rekaman CCTV di area parkir menunjukkan pria yang sama, yang sebelumnya terekam di gerbang masuk, terlihat meninggalkan mobil seorang diri. Tidak ada satu pun orang yang keluar dari sisi kursi penumpang. Setelah turun dari mobil, pria misterius itu diduga beralih ke taksi untuk meninggalkan area Bandara Juanda.
Selain bukti rekaman CCTV, kejanggalan lain juga terkuak dari kondisi barang-barang milik korban. Sejumlah perhiasan yang dikenakan RYS raib saat jenazah diautopsi. Gelang dan kalung korban tidak ditemukan di tubuhnya. Anting sebelah kiri diketahui lepas, diduga karena benturan keras, dan hanya anting kanan serta cincin di tangan kiri yang diserahkan kepada keluarga. Dompet dan ponsel korban disebut masih aman dan telah diamankan penyidik. Ponsel korban diyakini Risang menjadi petunjuk krusial bagi polisi untuk mengidentifikasi pelaku.
Dari seluruh fakta yang terkumpul, pihak keluarga meyakini bahwa lokasi kejadian sebenarnya bukanlah di Bandara Juanda. Mereka menduga bandara hanya dijadikan lokasi pembuangan jasad korban yang sudah meninggal lebih dulu di tempat lain. Hasil autopsi sementara juga menguatkan dugaan keluarga bahwa RYS meninggal secara tidak wajar. Ada indikasi kekerasan dan kematian akibat kekurangan oksigen atau asfiksia.
Risang menambahkan, penyidik juga sempat memberinya informasi bahwa identitas pelaku sudah diketahui, meskipun belum ada pengumuman resmi terkait hal itu.
Sementara itu, Aparat Polresta Sidoarjo telah mengerahkan tim penyelidik untuk mendalami penemuan jasad perempuan di dalam mobil Toyota Innova hitam yang terparkir di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda Surabaya. Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan identifikasi dan penyelidikan di lokasi kejadian. Tim Inafis dan Polsek Sedati telah dikerahkan, dan jasad korban dibawa ke RS Pusdik Bhayangkara Porong Sidoarjo untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Jasad RYS pertama kali ditemukan oleh sejumlah pengemudi taksi daring yang mangkal di Bandara Juanda. Mereka curiga karena mobil tersebut tercium bau tak sedap dan terlihat cairan aneh menetes dari bagian bawahnya. Manajemen Bandara Internasional Juanda, melalui General Manager Muhammad Tohir, menegaskan dukungan penuh terhadap proses investigasi yang dilakukan pihak berwajib.

