zonamerahnews.com – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah pascagempa bumi dahsyat yang melanda. Data terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi menunjukkan skala kerusakan yang masif, dengan ribuan unit rumah warga luluh lantak dan fasilitas publik tak luput dari amukan getaran.
Laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) mencatat total 2.319 hunian penduduk mengalami kerusakan. Rinciannya, 1.966 rumah mengalami kerusakan ringan, 219 unit rusak sedang, dan 134 rumah lainnya hancur total, menyisakan puing-puing dan pilu bagi para penghuninya.

Bencana ini juga meninggalkan jejak pilu pada kehidupan ribuan jiwa. Total 8.586 penduduk dari 2.762 kepala keluarga kini terdampak langsung. Angka korban luka-luka pun tak sedikit, dengan 17 orang menderita luka berat dan 108 lainnya mengalami luka ringan. Lebih tragis lagi, tiga warga dilaporkan meninggal dunia akibat peristiwa alam ini.
Wilayah terdampak gempa tersebar luas, mencakup 42 desa di sembilan kecamatan berbeda. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi Sigi Kota, Palolo, Nokilalaki, Tanambulava, Lindu, Dolo, Sigi Biromaru, Dolo Selatan, dan Gumbasa. Beberapa desa yang mengalami dampak paling parah antara lain Uneni, Tongoa, Kamarora A, Kamarora B, serta Sintuwu.
Tak hanya rumah warga, sejumlah fasilitas umum vital juga ikut menjadi korban. Kantor-kantor pemerintahan, tempat ibadah seperti 16 masjid dan 63 gereja, 37 gedung sekolah, serta lima puskesmas kini dalam kondisi rusak. Kerusakan infrastruktur ini tentu menghambat pelayanan publik dan aktivitas sosial masyarakat.
Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sigi, Parimo, Donggala, dan Kota Palu pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB, menjadi pemicu utama kehancuran ini. BPBD Sigi terus melakukan pembaruan data setiap hari, memastikan informasi terkini disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sigi untuk penanganan lebih lanjut.

