zonamerahnews.com – Sebuah penangkapan besar mengguncang jaringan narkoba internasional Bareskrim Polri berhasil menciduk Frans Antoni bendahara utama dari gembong narkoba paling dicari Fredy Pratama di Malaysia Penangkapan ini menjadi pukulan telak bagi sindikat yang dijuluki Pablo Escobar Indonesia tersebut
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso membenarkan kabar penangkapan Frans Antoni yang turut serta bersama istrinya Tim penyidik Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membawa keduanya kembali ke tanah air Setibanya di Gedung Bareskrim Polri sekitar pukul 15.35 WIB kedua tersangka memilih bungkam seribu bahasa menghadapi pertanyaan awak media

Penangkapan Frans Antoni membuka lembaran baru dalam perburuan Fredy Pratama yang hingga kini masih berstatus buron Fredy diduga kuat bersembunyi di luar negeri kerap berpindah-pindah lokasi antara lain di Thailand dan Kamboja Sosok yang juga dikenal dengan nama Miming atau Cassanova ini disebut memiliki pengaruh sangat besar di kawasan Asia Tenggara terutama di wilayah segitiga emas golden triangle yang dikenal sebagai pusat perdagangan narkoba global
Sebelumnya Bareskrim Polri telah menyita total 102 ton sabu yang terafiliasi dengan jaringan Fredy Pratama selama periode 2020 hingga 2023 Fredy Pratama dianggap sebagai salah satu sindikat penyelundup narkotika terbesar di Indonesia Analisis Direktorat Tindak Pidana Narkoba menunjukkan mayoritas peredaran narkoba di tanah air memiliki kaitan erat dengan jaringan ini
Setiap bulan sindikat Fredy Pratama disinyalir menyelundupkan sabu dan ekstasi ke Indonesia dalam jumlah fantastis mencapai 100 hingga 500 kilogram Mereka menggunakan modus operandi yang licik menyamarkan narkoba dalam kemasan teh untuk mengelabui petugas Penangkapan bendahara ini diharapkan dapat mengungkap lebih banyak rahasia jaringan Fredy Pratama dan mempercepat penangkapannya

