zonamerahnews.com – Suasana politik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memanas. Dua figur penting di jajaran elit partai berlambang Ka’bah tersebut kini harus berhadapan dengan hukum setelah dilaporkan oleh kadernya sendiri ke Polda Metro Jaya. Tuduhan serius pemalsuan dokumen dan Kartu Tanda Anggota (KTA) menjadi pemicu laporan yang dilayangkan pada Jumat 12 Juni lalu.
Laporan kepolisian tersebut terbagi menjadi dua berkas terpisah masing-masing menyasar inisial TY dan AS. TY diduga terlibat dalam pemalsuan dokumen serta stempel partai sementara AS dituding memalsukan KTA. Pengacara Dal Lyckhen yang mewakili Ketua DPC PPP Jakarta Selatan membenarkan adanya dua pelapor yang membawa kasus ini ke ranah hukum.

Menurut Lyckhen dugaan pemalsuan KTA tersebut tidak berdiri sendiri melainkan berkaitan erat dengan pemalsuan dokumen yang diduga kuat tidak mengikuti prosedur atau peraturan organisasi partai yang berlaku. "Ada dua pelapor hari ini satu terkait KTA palsu satu lagi soal dokumen palsu" jelasnya di Polda Metro Jaya.
HM Nasir Ketua DPC PPP Jakarta Selatan sekaligus salah satu pelapor mengungkapkan rasa kejanggalannya. Ia menegaskan bahwa DPC Jakarta Selatan tidak pernah menerima laporan atau memberikan rekomendasi untuk penerbitan KTA atas nama AS. "Kami merasa ada kejanggalan karena DPC Jakarta Selatan belum pernah merekomendasikan KTA tersebut" ujar Nasir.
Nasir menambahkan insiden ini menimbulkan kerugian signifikan bagi pihaknya dan berpotensi mengganggu stabilitas internal partai. Pihaknya bertekad untuk menelusuri dugaan pemalsuan ini hingga ke tingkat Dewan Pimpinan Wilayah DPW dan Dewan Pimpinan Pusat DPP. Langkah hukum ini diambil sebagai respons atas indikasi kuat adanya pemalsuan yang menciptakan situasi tidak menentu di tubuh partai.
"Ini mengindikasikan adanya pemalsuan yang membuat kondisi partai semakin tidak menentu. Apalagi ada kegiatan-kegiatan yang dilakukan di luar lingkungan kantor DPP kami" pungkas Nasir menyiratkan kekhawatiran mendalam dari tingkat bawah. Hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari DPP PPP maupun pihak terlapor mengenai tuduhan serius ini.

