Cianjur Darurat! Banjir & Longsor Luluh Lantakkan Desa, Warga Terjebak?
zonamerahnews – Bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor kembali menerjang wilayah Cianjur, Jawa Barat, menyebabkan kerusakan parah di sedikitnya lima desa. Insiden yang terjadi sejak Minggu malam hingga Senin dini hari ini memaksa sejumlah warga mengungsi dan merusak infrastruktur vital, menimbulkan kekhawatiran serius bagi penduduk setempat.

Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem menjadi pemicu utama serangkaian bencana ini. Lima desa di Kecamatan Campaka, yaitu Wangunjaya, Karyamukti, Mekarjaya, Susukan, dan Campaka, menjadi titik terparah yang dihantam. Selain itu, Desa Karangnunggal di Kecamatan Cibeber juga tak luput dari terjangan banjir.
Dampak yang ditimbulkan cukup signifikan. Di Kecamatan Campaka, lebih dari seratus rumah terendam air dengan ketinggian rata-rata 50 sentimeter akibat luapan sungai yang tak terbendung. Empat rumah dilaporkan mengalami kerusakan, dengan dua di antaranya rusak sedang dan dua rusak ringan, khususnya di Desa Wangunjaya. Bahkan, dua belas rumah lainnya di desa tersebut kini terancam longsor susulan yang bisa terjadi kapan saja. Fasilitas umum seperti jalan dan jembatan penghubung antardesa juga rusak dan tidak bisa dilalui, menghambat akses warga dan tim penolong. Akibatnya, sembilan jiwa dari Kecamatan Campaka terpaksa mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman.
Sementara itu, di Desa Karangnunggal, Kecamatan Cibeber, sekitar 30 rumah juga terendam banjir. Beruntung, dari lokasi ini belum ada laporan mengenai kerusakan rumah maupun warga yang harus mengungsi. "Petugas gabungan segera bergerak ke lokasi untuk pendataan dan penanganan cepat," ujar Asep, sebagaimana dikutip oleh zonamerahnews.com, menegaskan kesigapan tim di lapangan.
Setelah hujan mereda, tim gabungan yang terdiri dari TNI/Polri, Pemadam Kebakaran Cianjur, PMI, serta relawan bahu-membahu membersihkan sisa material banjir dan longsor. Upaya pembersihan ini difokuskan untuk mengembalikan kondisi lingkungan dan akses jalan yang tertutup, agar aktivitas warga bisa kembali normal secepatnya.
Mengingat kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, terutama pada sore dan malam hari, BPBD Cianjur mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan. "Warga diimbau untuk segera mengungsi jika melihat tanda-tanda alam, khususnya saat hujan deras berlangsung lebih dari dua jam di malam hari," tegas Asep Sudrajat. Peringatan ini disampaikan demi keselamatan dan mitigasi risiko bencana di masa mendatang, mengingat ancaman hidrometeorologi masih sangat tinggi di wilayah Cianjur.
