zonamerahnews – Masyarakat di Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, kini bisa sedikit bernapas lega. Setelah berhari-hari terisolasi akibat banjir bandang yang melumpuhkan akses darat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat akhirnya berhasil mengirimkan bantuan logistik penting menggunakan helikopter. Pengiriman via udara ini menjadi satu-satunya solusi mengingat kondisi jalan yang masih terputus total.
"Pengiriman bantuan ini kami lakukan melalui jalur udara mengingat akses jalan menuju Sikundo masih terputus total dan sedang dalam upaya perbaikan," jelas Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal, di Aceh Barat, seperti dikutip zonamerahnews.com pada Kamis lalu.

Kondisi di Sikundo memang sangat mengkhawatirkan. Sekitar 40 Kepala Keluarga (KK) yang tergabung dalam Komunitas Adat Terpencil (KAT) di wilayah pedalaman tersebut telah terputus dari dunia luar selama hampir sepekan. Bupati Aceh Barat, Tarmizi, mengungkapkan betapa parahnya dampak banjir bandang yang menghantam. Jalan sepanjang lima kilometer hancur lebur, bahkan sebagian besar telah berubah fungsi menjadi aliran sungai yang deras.
"Kondisi masyarakat di Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo saat ini sungguh memprihatinkan. Mereka terperangkap di desa karena akses jalan utama telah rusak parah, bahkan sebagian besar telah berubah fungsi menjadi aliran sungai," terang Bupati Tarmizi. Ia menambahkan bahwa jembatan penghubung juga ikut ambruk, membuat warga benar-benar terisolasi. Untuk keluar dari desa, hanya kepala desa dan dua warga yang berani mengambil risiko menyusuri aliran sungai menggunakan ban bekas sejauh lima kilometer, sebuah tindakan yang sangat membahayakan nyawa.
Selain ancaman bahaya, ratusan warga kini menghadapi krisis pasokan bahan makanan dan obat-obatan yang semakin menipis. Jembatan gantung yang pernah dibangun pada tahun 2019 – setelah viralnya kisah anak-anak sekolah menyeberangi sungai menggunakan kabel baja – kini telah hanyut terbawa arus banjir. "Saat ini, tidak ada perahu atau sampan yang tersedia. Warga terpaksa menggunakan ban mobil sebagai alat bantu untuk menyeberang sungai," imbuh Tarmizi, menggambarkan betapa sulitnya situasi yang dihadapi.
Bantuan yang didistribusikan melalui udara kali ini mencakup 125 kilogram beras, 15 kotak paket sembako dari BNPB, serta satu unit mesin genset untuk kebutuhan listrik darurat. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga telah berupaya mengirimkan bantuan logistik. Tantangan untuk mencapai Sikundo memang tidak mudah; akses darat memerlukan kendaraan 4×4 yang dikemudikan oleh sopir off-road berpengalaman, menembus hutan belantara yang sulit. Kondisi geografis ini semakin memperparah upaya pemulihan dan penyaluran bantuan, menjadikan helikopter sebagai satu-satunya harapan bagi warga yang terisolasi.

