Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    WFA ASN Tanjungpinang Berakhir Ada Apa

    23-06-2026 - 06.05

    Gibran Temukan Masalah Besar di Sekolah Viral

    23-06-2026 - 03.05

    Tito Ungkap Jurus Ampuh Ekonomi Daerah Melejit

    22-06-2026 - 22.05
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • WFA ASN Tanjungpinang Berakhir Ada Apa
    • Gibran Temukan Masalah Besar di Sekolah Viral
    • Tito Ungkap Jurus Ampuh Ekonomi Daerah Melejit
    • Tuntutan Mahasiswa Bali Gegerkan DPRD Provinsi
    • Wamendagri Bocorkan Resep Jitu Pembangunan Berhasil
    • Heboh Imigrasi Dirjen Perintahkan Kooperatif
    • Lagu Si Doel Guncang Monas Ada Kejutan Gratis
    • MRT Cuma Rp1 Jakarta Heboh Ini Faktanya
    Selasa, 23 Juni 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Luhut Sentil Keras UGM: Jangan Cuma Ribut Ijazah, Ini Prioritas!
    Nasional

    Luhut Sentil Keras UGM: Jangan Cuma Ribut Ijazah, Ini Prioritas!

    14-12-2025 - 13.052 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email

    zonamerahnews – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, melontarkan seruan tegas kepada perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk lebih fokus pada riset yang berdampak langsung bagi ketahanan pangan nasional. Dalam sebuah acara Solo Investment Festival di Solo, Jumat (12/12), Luhut secara spesifik menyoroti kebutuhan mendesak akan peningkatan produktivitas bawang putih melalui pengembangan bibit unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim. Ia bahkan tak segan-segan menyentil Universitas Gadjah Mada (UGM) agar tidak hanya berkutat pada persoalan ijazah semata.

    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Menurut Luhut, permasalahan bawang putih di Tanah Air bukan hanya soal kuantitas produksi, melainkan juga kualitas bibit yang digunakan petani serta kemampuannya beradaptasi dengan kondisi iklim yang terus berubah. “Kita harus bicara kualitas dari bibit-bibit yang kita punya. Tidak hanya jumlah, tapi kualitas dan adaptable terhadap perubahan iklim,” tegasnya, menekankan pentingnya pendekatan komprehensif.

    Ia mendorong kampus-kampus besar seperti Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Diponegoro (Undip) untuk melakukan penelitian mendalam terkait tanah-tanah ketinggian seribu meter yang ideal untuk penanaman bawang putih. Namun, sorotan tajamnya tertuju pada UGM, salah satu universitas terkemuka di Indonesia. “UGM, jangan soal ijazah melulu aja yang diributin. Kalian bikin studi dong, di mana nih di Jawa Tengah ini tempat kita bisa menanam bawang putih,” kata Luhut, menyiratkan perlunya UGM untuk lebih terlibat dalam riset pertanian yang konkret dan berorientasi solusi.

    Tak hanya mendorong pihak lain, Luhut juga mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan riset mandiri. Dengan menggunakan metode genome sequencing, ia mencari varietas bawang putih baru di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, pada ketinggian sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut. “Enggak mahal-mahal. Uang kantong saya sendiri kok,” ujarnya, menunjukkan komitmen pribadinya dalam mendukung inovasi. Riset yang melibatkan profesor-profesor muda ini, menurut Luhut, telah menunjukkan hasil positif dengan menghasilkan bibit bawang putih berproduktivitas lebih tinggi.

    Luhut optimis, peningkatan produktivitas bawang putih dalam negeri akan secara signifikan menekan angka impor. Saat ini, nilai impor bibit bawang putih Indonesia mencapai angka fantastis, yakni US$770 juta atau sekitar Rp12,8 triliun. “Kalau bisa (ditekan) 50 persen bertahap, sama dengan US$350 juta. Itu 4 hampir 5 triliun rupiah,” pungkasnya, menggambarkan potensi penghematan devisa yang sangat besar bagi negara jika riset dan pengembangan bibit unggul ini berhasil diimplementasikan secara luas. Upaya kolaboratif antara pemerintah, akademisi, dan petani diharapkan mampu mewujudkan kemandirian bawang putih nasional.


    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    WFA ASN Tanjungpinang Berakhir Ada Apa

    23-06-2026 - 06.05

    Gibran Temukan Masalah Besar di Sekolah Viral

    23-06-2026 - 03.05

    Tito Ungkap Jurus Ampuh Ekonomi Daerah Melejit

    22-06-2026 - 22.05

    Tuntutan Mahasiswa Bali Gegerkan DPRD Provinsi

    22-06-2026 - 18.06

    Wamendagri Bocorkan Resep Jitu Pembangunan Berhasil

    22-06-2026 - 16.05

    Heboh Imigrasi Dirjen Perintahkan Kooperatif

    22-06-2026 - 13.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    WFA ASN Tanjungpinang Berakhir Ada Apa

    Nasional 23-06-2026 - 06.05

    zonamerahnews.com – Kebijakan bekerja dari mana saja atau Work From Anywhere WFA bagi Aparatur Sipil…

    Gibran Temukan Masalah Besar di Sekolah Viral

    23-06-2026 - 03.05

    Tito Ungkap Jurus Ampuh Ekonomi Daerah Melejit

    22-06-2026 - 22.05

    Tuntutan Mahasiswa Bali Gegerkan DPRD Provinsi

    22-06-2026 - 18.06
    Our Picks

    WFA ASN Tanjungpinang Berakhir Ada Apa

    23-06-2026 - 06.05

    Gibran Temukan Masalah Besar di Sekolah Viral

    23-06-2026 - 03.05

    Tito Ungkap Jurus Ampuh Ekonomi Daerah Melejit

    22-06-2026 - 22.05

    Tuntutan Mahasiswa Bali Gegerkan DPRD Provinsi

    22-06-2026 - 18.06
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.