zonamerahnews.com – Dunia maya tengah diguncang oleh polemik penggunaan jaket almamater Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang dilakukan oleh seorang perempuan bernama Sari Putri. Aksi Sari yang mengenakan atribut kampus tersebut dalam acara deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta memicu kontroversi besar hingga memaksa dirinya muncul ke publik untuk memberikan klarifikasi.
Melalui unggahan video di akun Instagram resmi @kbm_ubsi.dws, Sari secara terbuka menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh civitas akademika UBSI. Ia mengakui bahwa tindakannya telah menimbulkan kesalahpahaman luas yang berpotensi mencederai reputasi institusi pendidikan tersebut.

Hal yang paling mengejutkan adalah pengakuan Sari bahwa dirinya bukanlah mahasiswa aktif dari kampus UBSI. Ia menjelaskan bahwa jaket almamater yang ia kenakan saat acara berlangsung merupakan pemberian dari seseorang yang tidak ia kenal sebelumnya. Sari menegaskan bahwa penggunaan atribut tersebut sama sekali tidak mencerminkan identitas resminya sebagai mahasiswa.
Sari juga meminta masyarakat agar tidak mengaitkan tindakan pribadinya dengan seluruh mahasiswa maupun pihak kampus. Ia berharap publik dapat bersikap objektif dalam menyikapi kegaduhan ini agar nama baik institusi tetap terjaga.
Di sisi lain, kericuhan ini juga sempat menyentuh ranah kepolisian. Polda Metro Jaya melalui Kabid Humas Kombes Budi Hermanto turut memberikan pernyataan terkait pemberitaan yang berkembang mengenai kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda tersebut. Pihak kepolisian mengklarifikasi bahwa kehadiran tokoh publik seperti Raffi Ahmad dan Willie Salim dalam acara itu murni atas undangan resmi untuk memaknai semangat Sumpah Pemuda.

