zonamerahnews.com – Misi pengecekan titik kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah berubah menjadi penggerebekan besar-besaran. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang awalnya berniat memantau kondisi karhutla justru dikejutkan dengan temuan berbagai bukti dugaan praktik pembalakan liar di sepanjang jalur perjalanan menuju barat Palangkaraya pada Sabtu 31 Oktober lalu.
Kejadian bermula saat rombongan menteri bersama tim penegakan hukum Kementerian Kehutanan menemukan tumpukan kayu gelondongan berukuran raksasa yang tergeletak begitu saja di pinggir jalan. Tidak ada tanda-tanda legalitas atau dokumen resmi yang menyertai kayu-kayu tersebut. Menanggapi temuan mencurigakan ini petugas langsung memasang garis pengaman Penyidik Pegawai Negeri Sipil guna mengamankan lokasi dari intervensi pihak luar.

Ketegangan tidak berhenti di situ saja. Saat perjalanan berlanjut petugas kembali mengadang dua unit truk yang ditutupi terpal rapat. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam ternyata truk tersebut mengangkut kayu yang diduga kuat tidak memiliki dokumen asal-usul yang sah. Tak hanya kayu ilegal alat berat berupa ekskavator yang berada di kawasan hutan juga ditemukan dan langsung disegel oleh pihak berwenang.
Raja Juli Antoni secara tegas meminta jajaran Gakkum dan polisi hutan untuk tidak main-main dalam menindaklanjuti temuan ini. Ia menyoroti adanya celah dalam operasional pabrik pengolahan kayu di sekitar lokasi yang izinnya harus dibuktikan dengan sumber bahan baku yang legal. Saat ini koordinasi intensif tengah dilakukan dengan Kapolda Kalimantan Tengah untuk memastikan seluruh pelaku dan pemilik kayu ilegal tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku.

