zonamerahnews.com – Jakarta bersiap menyambut momen spesial melalui perhelatan Benyamin S Award atau BSA tahun 2026 yang digelar hari ini. Program unggulan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini menjadi panggung apresiasi bagi para lurah yang sukses menyulap wilayahnya menjadi lebih baik.
Ajang ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan bentuk penghormatan bagi para pemimpin di tingkat kelurahan yang telah berkomitmen menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, indah, serta sejahtera. Melalui BSA, Pemprov DKI Jakarta ingin memperkuat fondasi kota menuju status kota global dengan tetap mempertahankan identitas lokal yang kuat.

Perjalanan menuju puncak kompetisi ini sangat panjang. Dimulai dari 52 kelurahan perwakilan dari seluruh kota administrasi dan kabupaten di Jakarta, proses seleksi ketat telah dilakukan sejak awal September. Setelah melalui tahap penilaian daring dan penyaringan intensif, kini tersisa 10 lurah terbaik yang menjadi finalis utama.
Para finalis ini telah menunjukkan taringnya melalui presentasi inovasi di hadapan dewan juri. Mereka memaparkan berbagai program unggulan yang mencakup empat pilar utama yakni kebersihan, kenyamanan, keindahan, dan kesejahteraan warga.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Nirwono Joga, menegaskan bahwa BSA merupakan salah satu program strategis untuk mendukung visi Jakarta sebagai kota global. Senada dengan hal tersebut, pakar lingkungan Endra S Atmawidjaja menilai ajang ini sebagai momentum untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Menariknya, semangat kolaborasi ini terlihat nyata dalam pelaksanaan festival di kelurahan-kelurahan finalis. Alih-alih hanya mengandalkan APBD, perayaan ini justru lahir dari skema pendanaan kreatif melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan partisipasi aktif warga.
Konsep tata kelola pemerintahan kolaboratif atau collaborative urban governance yang ditunjukkan oleh para lurah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di seluruh Indonesia. Dengan kepemimpinan yang kuat dan keterlibatan masyarakat, Jakarta optimis dapat menyongsong usia lima abadnya dengan wajah kota yang lebih modern namun tetap berakar pada nilai lokal.

