zonamerahnews.com – Pemerintah kini tengah berpacu dengan waktu untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan konservasi Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan Tengah. Melalui teknologi canggih drone thermal, otoritas terkait telah berhasil memetakan empat zona merah atau medan tempur utama yang menjadi fokus utama operasi pemadaman saat ini.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa pemetaan menggunakan sensor panas tersebut sangat krusial untuk menentukan lokasi mana yang paling mendesak untuk ditangani. Empat titik krusial yang menjadi medan pertempuran melawan api tersebut meliputi kawasan Pesalat, Teluk Pulai, Sungai Buluh Kecil, Sungai Buluh Besar, serta area Sungai Bawung dan Tanjung Rengas.

Kawasan Pesalat menjadi perhatian paling serius karena letaknya yang sangat berdekatan dengan zona makan satwa liar. Pemerintah berkomitmen keras untuk mencegah api masuk ke zona inti hutan guna melindungi habitat asli satwa di sana. Sebagai langkah taktis, sebanyak 30 sumur bor akan segera dibangun untuk memastikan ketersediaan air di lokasi kebakaran.
Selain penambahan infrastruktur air, sebanyak 160 personel pasukan darat akan dikerahkan secara masif. Strategi penanganan juga mencakup rencana penggunaan alat berat untuk pembuatan sekat bakar, dengan tetap mempertimbangkan kondisi kedalaman lahan gambut di lokasi.
Guna memastikan operasi pemadaman berjalan efektif dan berkelanjutan, sebagian personel akan disiagakan langsung di lapangan selama satu pekan penuh. Langkah ini diambil agar penanganan api tidak terputus dan bisa dilakukan secara kontinu.
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, BMKG, hingga BNPB menegaskan akan terus bersinergi melakukan upaya maksimal. Seluruh pihak berkomitmen untuk tidak lepas tangan dalam menjaga kelestarian kawasan konservasi ini dari ancaman kebakaran hutan.

