zonamerahnews.com – Warga di kaki Gunung Ili Lewotolok Nusa Tenggara Timur kini dihadapkan pada ancaman serius. Material vulkanik berupa aliran lava dingin dan bebatuan pijar dilaporkan mulai merayap mendekati area permukiman, memicu kekhawatiran mendalam di kalangan penduduk sekitar. Situasi ini terjadi menyusul serangkaian aktivitas vulkanik yang terus meningkat dari salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia tersebut.
Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi PVMBG telah mengeluarkan imbauan tegas. Masyarakat diimbau keras untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah. Selain itu, penggunaan masker menjadi keharusan mutlak guna melindungi diri dari potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengganggu pernapasan. Peringatan ini disampaikan sebagai langkah preventif untuk meminimalisir risiko yang mungkin timbul akibat letusan.

Gunung Ili Lewotolok sendiri kembali menunjukkan keganasannya dengan meletus sebanyak dua kali dalam kurun waktu singkat. Salah satu letusan signifikan tercatat pada Senin pagi sekitar pukul 05.03 WITA, di mana kolom abu vulkanik membumbung tinggi mencapai 500 meter di atas puncak. Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa gunung tersebut masih menyimpan energi yang besar dan berpotensi menimbulkan letusan susulan kapan saja.
Sebagai bagian dari Cincin Api Pasifik, Indonesia memang dikenal memiliki sekitar 130 gunung berapi aktif. Keberadaan Gunung Ili Lewotolok dalam daftar ini menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat serta otoritas terkait dalam menghadapi potensi bencana alam yang tak terduga.

