zonamerahnews.com – Sebuah insiden mengejutkan mengguncang dunia pendidikan di Subang Jawa Barat. Sebanyak 1.445 siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Pamanukan Subang membanjiri halaman sekolah mereka dalam aksi protes besar-besaran pada Senin lalu. Mereka menuntut pertanggungjawaban Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan berinisial AT yang dituding terlibat dugaan pelecehan seksual terhadap belasan siswi.
Kepala SMAN 1 Pamanukan Edi Kanedi menjelaskan bahwa para siswa melancarkan protes karena merasa tidak puas dengan penanganan sekolah terhadap dugaan perbuatan tak senonoh oleh oknum guru tersebut. Situasi sempat memanas ketika terduga pelaku dikabarkan berupaya melarikan diri dari lokasi upacara menuju gerbang sekolah. Namun kericuhan berhasil diredam setelah aparat kepolisian tiba dan segera mengamankan sang guru ke Polsek Pamanukan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Dugaan pelecehan ini disebut-sebut menimpa setidaknya 15 siswi. Salah satu korban berinisial DS menceritakan pengalamannya yang memilukan. Ia mengaku pernah mengalami sentuhan tak pantas dari oknum Wakasek tersebut. DS menuturkan bahwa terduga pelaku tiba-tiba memeluknya saat ia sedang berfoto usai membersihkan area gedung olahraga. Ketika DS mencoba menegur ia berkilah bahwa hubungan antara guru dan siswa itu layaknya seorang ayah dan anak.
Kasus ini akhirnya mulai terungkap setelah pengurus OSIS berani angkat bicara. Keberanian mereka memicu korban-korban lain untuk bersuara sehingga terkumpul belasan nama korban yang kemudian didata oleh guru Bimbingan Konseling.
Saat ini kasus tersebut telah diserahkan kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak PPA Satreskrim Polres Subang untuk diproses secara hukum. Aiptu Nenden Nurfatimah Kanit PPA Polres Subang membenarkan bahwa terduga pelaku kini telah diamankan di Mapolres Subang dan tengah menjalani pemeriksaan intensif di Unit PPA. Sejumlah korban bersama orang tua mereka terus mendatangi kepolisian untuk membuat laporan resmi. Pihak berwajib masih terus menyelidiki kasus ini mengingat potensi bertambahnya jumlah korban.

