Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Krakatau Mengamuk Dampak Ash Bikin Geger

    08-09-2026 - 08.05

    Serangan Air Keras Dibalas Impunitas Militer

    08-09-2026 - 06.05

    Jangan Kaget Ini Kunci Pemulihan Bencana Sebenarnya

    08-09-2026 - 03.05
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Krakatau Mengamuk Dampak Ash Bikin Geger
    • Serangan Air Keras Dibalas Impunitas Militer
    • Jangan Kaget Ini Kunci Pemulihan Bencana Sebenarnya
    • Infografis Krisis Makam Jakarta Sabet Juara
    • PMI Gerak Cepat Jutaan Masker Meluncur ke Lokasi Bencana
    • Polri Bekukan Kasus Agraria Ada Apa Ini
    • Kapan Normal Bandara Husein Masih Tutup Total
    • Anak Krakatau Menggila Jakarta Lumpuh
    Selasa, 8 September 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Mahasiswa UGM Jadi Korban Kekerasan Kampus Tak Tinggal Diam
    Nasional

    Mahasiswa UGM Jadi Korban Kekerasan Kampus Tak Tinggal Diam

    03-09-2026 - 08.053 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Mahasiswa UGM Jadi Korban Kekerasan Kampus Tak Tinggal Diam

    zonamerahnews.com – Universitas Gadjah Mada UGM mengambil sikap tegas setelah lima mahasiswanya menjadi korban kekerasan dalam sebuah unjuk rasa di Yogyakarta. Pihak kampus kini secara serius menyiapkan langkah hukum untuk mengadvokasi para korban yang mengalami luka-luka. Selain dari UGM, seorang mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta UNY juga dilaporkan menjadi korban dalam insiden serupa.

    Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni UGM Arie Sudjito menegaskan bahwa proses hukum sedang digodok sebagai bentuk dukungan penuh terhadap mahasiswa. "Rencana untuk menempuh jalur hukum sedang kami persiapkan. Yang terpenting adalah siapapun pelaku kekerasan harus bertanggung jawab atas perbuatannya" ujar Arie di Balairung UGM Sleman.

    Mahasiswa UGM Jadi Korban Kekerasan Kampus Tak Tinggal Diam
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Arie menambahkan bahwa pihak universitas bersama perwakilan mahasiswa tengah mempertimbangkan langkah advokasi yang melibatkan berbagai pihak terkait. Ia menilai insiden kekerasan semacam ini tidak boleh dibiarkan tanpa konsekuensi hukum. Jika dibiarkan berulang kekerasan dalam demonstrasi berpotensi menjadi pola yang mengancam lebih banyak orang. "Saya khawatir ini akan menjadi model jika kekerasan dibiarkan bisa mengancam siapapun. Oleh karena itu tidak ada toleransi untuk praktik kekerasan" tegasnya.

    Menurut Arie kekerasan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Perlindungan terhadap mahasiswa dan masyarakat adalah elemen krusial dalam menjaga iklim demokrasi dan kemanusiaan terutama saat mahasiswa menyuarakan aspirasinya. "Apapun alasannya kekerasan tidak boleh terjadi. Atas nama kemanusiaan demokrasi dan institusi kekerasan tidak dapat dibenarkan" pungkas Arie.

    Dalam situasi unjuk rasa yang padat Arie berharap kepolisian dapat menjalankan perannya secara aktif untuk melindungi masyarakat dan mahasiswa. Ia menekankan pentingnya langkah preventif agar demonstrasi tidak berujung pada kekerasan atau bahkan praktik premanisme politik. "Saya berharap kepolisian bisa mengambil perannya untuk melindungi masyarakat melindungi mahasiswa. Jangan sampai terjadi kekerasan. Saya tidak ingin premanisme politik terjadi" tandas Arie.

    Arie juga mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi oleh mahasiswa merupakan wujud sikap kritis yang seharusnya didengar. Ia mengajak semua pihak untuk menjaga ruang demokrasi serta mencegah segala bentuk kekerasan dalam setiap proses penyampaian pendapat. "Jika mahasiswa menyampaikan aspirasi ya didengarkan. Itu adalah bagian dari sikap kritis" tuturnya.

    Sebelumnya enam mahasiswa dilaporkan mengalami luka-luka dalam unjuk rasa Aliansi Masyarakat Sipil di Simpang Empat Gramedia Jalan Jenderal Sudirman Kota Yogyakarta pada Selasa malam. Direktur Direktorat Kemahasiswaan UGM Hempri Suyatna menjelaskan bahwa lima mahasiswa berasal dari UGM dan satu dari UNY. Mereka sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

    Berdasarkan data yang dibagikan Hempri para mahasiswa mengalami beragam luka seperti memar di pelipis luka robek di jidat dan bibir serta memar di bagian perut dan kepala belakang. Dua mahasiswa lainnya juga mengalami trauma dan sesak napas akibat insiden tersebut. Para korban telah diizinkan pulang dari Rumah Sakit Panti Rapih pada Rabu dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

    "Keterangan dari mahasiswa korban mereka tiba-tiba berjalan lalu ada yang memukul" imbuh Hempri. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah meminta Kantor Keamanan Keselamatan Kerja Kedaruratan dan Lingkungan K5L UGM untuk memantau aksi mahasiswa sejak sore hingga dini hari. Hempri melaporkan bahwa aksi mahasiswa berjalan kondusif dan menghindari provokasi. Justru provokasi datang dari kelompok lain di lokasi.

    "Sekitar pukul 19.00 sudah ada bentuk-bentuk provokasi yang saya kira dilakukan oleh kelompok-kelompok masyarakat tertentu yang sempat menyebabkan konflik sesaat" papar Hempri. "Situasi sempat kembali normal sekitar pukul 19.20 namun sekitar pukul 22.00 teman-teman mahasiswa dipukul mundur oleh kelompok-kelompok masyarakat dan ironisnya dengan berbagai bentuk aksi kekerasan yang tidak sepantasnya terjadi" tutupnya.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Krakatau Mengamuk Dampak Ash Bikin Geger

    08-09-2026 - 08.05

    Serangan Air Keras Dibalas Impunitas Militer

    08-09-2026 - 06.05

    Jangan Kaget Ini Kunci Pemulihan Bencana Sebenarnya

    08-09-2026 - 03.05

    Infografis Krisis Makam Jakarta Sabet Juara

    07-09-2026 - 22.05

    PMI Gerak Cepat Jutaan Masker Meluncur ke Lokasi Bencana

    07-09-2026 - 18.05

    Polri Bekukan Kasus Agraria Ada Apa Ini

    07-09-2026 - 16.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Krakatau Mengamuk Dampak Ash Bikin Geger

    Nasional 08-09-2026 - 08.05

    zonamerahnews.com – Meski letusan dahsyat Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah mereda setelah 25…

    Serangan Air Keras Dibalas Impunitas Militer

    08-09-2026 - 06.05

    Jangan Kaget Ini Kunci Pemulihan Bencana Sebenarnya

    08-09-2026 - 03.05

    Infografis Krisis Makam Jakarta Sabet Juara

    07-09-2026 - 22.05
    Our Picks

    Krakatau Mengamuk Dampak Ash Bikin Geger

    08-09-2026 - 08.05

    Serangan Air Keras Dibalas Impunitas Militer

    08-09-2026 - 06.05

    Jangan Kaget Ini Kunci Pemulihan Bencana Sebenarnya

    08-09-2026 - 03.05

    Infografis Krisis Makam Jakarta Sabet Juara

    07-09-2026 - 22.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.