zonamerahnews.com – Sebuah pemandangan tak biasa terjadi usai perhelatan akbar Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Presiden Prabowo Subianto secara khusus menginstruksikan para komandan yang memimpin upacara pengibaran dan penurunan bendera di Istana Kepresidenan untuk menghadap dirinya. Panggilan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk apresiasi tinggi atas suksesnya seluruh rangkaian acara kenegaraan.
"Terima kasih atas pelaksanaan upacara yang telah berjalan dengan tertib dan khidmat, saya bangga dengan kalian," tutur Prabowo, menyampaikan rasa hormat dan kebanggaannya kepada para pahlawan di balik layar upacara.

Pada momen pengibaran bendera, Kolonel Inf Priyo Handoyo, yang saat ini menjabat sebagai Dandim 0733/Kota Semarang, menjadi figur sentral. Setelah sukses memimpin prosesi pagi yang penuh kekhidmatan, ia bersama seluruh komandan kesatuan diminta untuk langsung bertemu Presiden. "Sesudah ini komandan upacara, dengan semua komandan kesatuan, menghadap saya. Lanjutkan," perintah Prabowo kala itu.
Tak hanya di pagi hari, arahan serupa juga berlaku untuk para komandan yang bertugas pada upacara penurunan bendera di sore harinya. Setelah laporan dari Komandan Upacara Kombes Jerrold Hendra Yosef Kumontoy yang menyatakan seluruh rangkaian telah usai, Presiden Prabowo kembali menegaskan permintaannya.
"Terima kasih atas pelaksanaan upacara yang tertib dan khidmat. Komandan upacara, komandan korsik, dan semua komandan kesatuan menghadap saya. Lanjutkan," tegas Prabowo.
Kombes Jerrold, yang kini menjabat Kapolresta Balikpapan, merupakan perwira pilihan yang berhasil lolos seleksi ketat dari unsur TNI dan Polri. Putra daerah Minahasa kelahiran Tomohon Sulawesi Utara ini mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan besar yang diembannya. "Bagi saya terpilih mewakili Polri hingga titik ini sangat disyukuri. Banyak pengalaman yang didapatkan," ungkapnya, menggambarkan kebanggaan mendalam atas tugas negara tersebut.
Prosesi penurunan bendera sendiri ditutup dengan penyerahan Sang Saka Merah Putih oleh Neeltje Deliana Insjowi, sang pembawa baki, kepada Presiden Prabowo sebagai inspektur upacara. Selanjutnya, bendera pusaka dan teks Proklamasi kembali diarak dalam kirab menuju Monumen Nasional, mengakhiri rangkaian peringatan HUT RI yang bersejarah.

