zonamerahnews.com – Lautan Sumenep menjadi saksi bisu kengerian yang tak terlupakan bagi Ari Hidayat 47 tahun dan istrinya Denik Rohana 31 tahun. Pasangan suami istri asal Prigen Pasuruan ini adalah dua dari ratusan jiwa yang berhasil selamat dari amukan si jago merah yang melahap KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Madura Minggu awal Agustus. Mereka harus berjuang keras di tengah laut sebelum akhirnya diselamatkan sebuah kapal yang melintas.
Ari dan Denik kala itu sedang dalam perjalanan mengantar tujuh ekor kuda berharga ke Makassar Sulawesi Selatan. Bersama mereka ada dua rekan lain Trala 40 tahun dan Ferdi 20 tahun yang kini masih misteri keberadaannya.

Denik Rohana mengisahkan detik-detik mencekam itu bermula saat ia terbangun sekitar pukul enam pagi. Matanya langsung menangkap gumpalan asap tebal yang membumbung dari bagian bawah kapal. "Saya bangun tidur sudah ada asap di bawah" kenang Denik saat ditemui di pusat penampungan sementara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Senin.
Terkejut Denik segera mencari suaminya Ari yang sedang memberi makan kuda-kuda mereka di dek kendaraan. Asap semakin pekat dan Denik meminta Ari memeriksa sumbernya. Betapa terkejutnya mereka saat mengetahui api sudah melahap satu unit truk. Mereka tak tahu pasti muatan truk nahas itu.
Ari Hidayat menambahkan kepanikan melanda ratusan penumpang ketika api membesar dengan cepat. Awak kapal kemudian mengarahkan semua penumpang ke dek haluan terbuka di bagian depan kapal. "Kami disuruh ke atas lalu ke bawah karena panasnya sudah terasa dan semua memerah" ujarnya.
Meski tak ada alarm bahaya yang berbunyi peringatan kebakaran disampaikan melalui teriakan awak kapal. Semua penumpang bergegas mengenakan pelampung. Ari sempat menghubungi keluarganya melalui ponselnya sebelum kondisi kapal memburuk drastis. Sekitar pukul dua siang penumpang diminta melompat ke laut. Ari dan Denik pun ikut terjun menyelamatkan diri membuat ponselnya rusak tak berfungsi lagi.
Bersama penumpang lain Ari dan istrinya terapung-apung di tengah laut selama lebih dari satu jam. Beruntung sebuah kapal tanker melintas dan memberikan pertolongan. Proses evakuasi berlangsung dramatis Ari bahkan menyaksikan beberapa penumpang tak sanggup bertahan dan meregang nyawa di tengah upaya penyelamatan.
Ari dan Denik akhirnya tiba di posko darurat Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pukul sebelas malam Minggu. Mereka segera mendapat penanganan medis karena mengalami kram dan sesak napas.
Namun duka Ari tak berhenti di situ. Tujuh ekor kuda yang ia bawa untuk pembeli di Makassar kini telah hangus terbakar bersama truk pengangkutnya. Kuda-kuda itu bukan miliknya melainkan sudah dibeli pihak lain dan tinggal proses pengiriman. Kerugian ditaksir mencapai tiga ratus juta rupiah meliputi mobil dan ketujuh kuda tersebut.
Kini Ari masih diliputi kekhawatiran mendalam akan nasib dua rekannya Trala dan Ferdi yang hingga kini belum ditemukan. "Kami hanya ingin tahu di mana teman-teman kami" ucapnya penuh harap. Ia juga berharap adanya ganti rugi mengingat kuda-kuda yang dibawanya terdaftar resmi dalam daftar muatan dan dokumen karantina. "Kalau bisa ya semua minta ganti rugi" pungkasnya pasrah.

