zonamerahnews.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto baru-baru ini membuat pernyataan mengejutkan mengenai caranya menampung aspirasi masyarakat. Ia mengaku sangat aktif mendengarkan masukan dari berbagai kalangan, bahkan dari anak-anak desa sekalipun yang disampaikan melalui platform media sosial TikTok. Respons cepat menjadi kunci, dan ia menegaskan setiap laporan yang sampai kepadanya akan segera ditindaklanjuti tanpa pandang bulu.
Dalam sebuah acara penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains Teknologi dan Industri di Jakarta pada Minggu 28 Juni Prabowo mengungkapkan komitmennya. "Jangankan usulan dari para profesor, masukan dari anak desa yang sampai langsung ke saya lewat TikTok atau media lain, pasti saya respons dengan sigap," ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan betapa seriusnya ia dalam menyerap suara rakyat dari berbagai penjuru.

Fenomena ini tak lepas dari pesatnya lonjakan kemajuan teknologi di era digital. Derasnya arus informasi melalui media sosial kini memungkinkan pemerintah untuk menerima laporan dan keluhan dari masyarakat di seluruh pelosok negeri, bahkan dari wilayah yang paling terpencil sekalipun. Prabowo meyakini bahwa sebuah organisasi atau negara yang sukses adalah yang berani mencari dan mengakui kesulitan serta kekurangan untuk kemudian mengatasinya.
Namun di balik kemudahan dan kecepatan informasi, Prabowo juga mengingatkan adanya sisi gelap dari kemajuan teknologi. Ia mencontohkan energi nuklir sebagai ilustrasi yang gamblang. Di satu sisi nuklir membawa manfaat luar biasa bagi kehidupan manusia mulai dari kebutuhan medis hingga pertanian. Namun di sisi lain ia juga menyimpan potensi bahaya yang mengerikan. Tragedi Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II tahun 1945 menjadi saksi bisu bagaimana nuklir dapat berubah menjadi senjata pemusnah massal yang mampu mengakhiri peradaban manusia secara instan.
Prabowo menekankan bahwa kekuatan teknologi ibarat pedang bermata dua. Kemampuannya untuk memajukan peradaban sangat besar, namun ancaman yang dibawanya juga tak kalah dahsyat jika tidak dikelola dengan bijak.

