zonamerahnews.com – Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali membuat pernyataan yang cukup menghebohkan. Ia mengisyaratkan akan ada gelombang besar anggota parlemen dari berbagai fraksi yang siap merapat dan bergabung menjadi kader partai berlogo mawar ini.
Ali tidak tanggung-tanggung menyebut jumlahnya. Menurutnya, angka sepuluh terlalu kecil untuk menggambarkan potensi kepindahan tersebut, bahkan diperkirakan akan jauh lebih banyak. Sosok-sosok yang akan bergabung ini disebutnya sebagai figur yang sudah dikenal luas publik karena status mereka sebagai anggota DPR.

Meski demikian Ali masih enggan membeberkan detail lebih lanjut terkait identitas para politisi tersebut. Ia juga menepis keras tudingan adanya ‘mahar politik’ atau imbalan finansial yang dijanjikan kepada para kader yang ingin bergabung. Isu tersebut, menurut Ali, sengaja diembuskan oleh pihak-pihak yang merasa terganggu dengan dinamika yang dibawa PSI.
Ali menegaskan bahwa PSI berpegang pada politik gagasan, bukan transaksi uang. Ia menekankan, daya tarik utama PSI adalah bagaimana partai ini mampu menciptakan kenyamanan bagi kadernya. Salah satu caranya adalah dengan memberikan posisi strategis dan kesempatan berkarya bagi kader yang menunjukkan kinerja dan prestasi cemerlang.
"Ini bukan tentang berapa banyak uang yang kamu bayarkan, melainkan seberapa nyaman kamu diperlakukan sebagai kader di tempat ini," ujar Ali, mengutip pernyataannya dalam sebuah siniar politik. Pernyataan ini bukan tanpa dasar, mengingat beberapa waktu terakhir, sejumlah tokoh politik dari partai lain memang telah resmi berlabuh ke PSI.
Di antara mereka adalah Ahmad Ali sendiri yang sebelumnya merupakan pentolan Partai NasDem. Selain itu, ada juga nama Rusdi Masse dan Bestari Barus, yang juga eks kader NasDem, yang kini telah menjadi bagian dari keluarga besar PSI.

