zonamerahnews.com – Jalanan utama Makassar mendadak lumpuh Senin lalu saat ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri UIN Alauddin Makassar turun ke jalan. Mereka menggelar unjuk rasa besar-besaran di bawah flyover Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan AP Pettarani, menyuarakan serangkaian tuntutan krusial kepada pemerintahan Prabowo Gibran. Para demonstran bahkan menyandera sebuah truk kontainer untuk dijadikan mimbar orasi, sembari membakar ban bekas yang asapnya mengepul di udara.
Fokus utama aksi ini adalah mendesak pemerintahan baru untuk segera merestrukturisasi kabinet demi efisiensi anggaran negara. Mahasiswa dengan lantang menyuarakan perlunya pemangkasan pos-pos belanja birokrasi yang dianggap tidak produktif. Tujuan mereka jelas menyelamatkan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN demi kemaslahatan seluruh rakyat Indonesia.

Program Makan Bergizi Gratis MBG tak luput dari sorotan tajam. Para orator aksi mendesak adanya keterbukaan informasi publik terkait alokasi anggaran program tersebut. Mereka juga menuntut pelibatan penuh petani lokal serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM daerah, guna mencegah potensi monopoli oleh korporasi besar yang bisa merugikan masyarakat.
Selain itu mahasiswa juga menyoroti pembahasan Undang-Undang Polri yang dinilai tergesa-gesa dan berpotensi merusak sistem demokrasi. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat sipil akademisi dan mahasiswa untuk segera melakukan uji materiil terhadap pasal-pasal bermasalah dalam UU Polri yang baru di Mahkamah Konstitusi. Langkah ini dianggap krusial untuk menyelamatkan ruang demokrasi dan mencegah bahaya represif siber di masa depan.
Dalam tuntutan ekonominya mahasiswa mendesak Bank Indonesia dan pemerintah untuk segera merumuskan kebijakan moneter yang agresif demi memperkuat nilai tukar rupiah. Mereka juga meminta pembatasan ketergantungan impor komoditas sekunder guna mencegah badai Pemutusan Hubungan Kerja PHK di sektor industri dalam negeri.
Penderitaan rakyat kecil akibat kenaikan harga bahan pokok juga menjadi perhatian serius. Mahasiswa mendesak pemerintah untuk segera menstabilkan harga kebutuhan dasar yang terus melambung. Mereka juga menuntut penghentian liberalisasi harga BBM bersubsidi serta jaminan ketersediaan barang kebutuhan pokok dengan harga yang rasional dan terjangkau bagi masyarakat.
Di tengah riuhnya aksi pihak kepolisian mengerahkan ratusan personel untuk mengamankan jalannya unjuk rasa. AKBP Harry F Aritonang Kabagops Polrestabes Makassar mengonfirmasi bahwa sebanyak 766 personel diterjunkan ke lokasi. Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana turut memberikan imbauan. Ia mengingatkan para mahasiswa untuk selalu mengenali rekan-rekan mereka dan tidak mudah terpancing provokasi. Arya juga menekankan pentingnya mewaspadai oknum-oknum penyusup yang berpotensi merusak niat baik demonstrasi.

