zonamerahnews – Sebanyak 58 unit hunian sementara (huntara) yang dihuni para korban banjir di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, dilaporkan mengalami kerusakan signifikan setelah diterjang angin kencang. Peristiwa ini terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut sejak Selasa (2/6), menyebabkan keprihatinan mendalam bagi warga yang sebelumnya sudah kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang.
Menurut laporan terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) yang diterima zonamerahnews.com, terjangan angin ekstrem ini tidak hanya merusak huntara, tetapi juga menerpa beberapa desa lain di Langkahan, termasuk Desa Rumoh Rayeuk, Buket Linteung, Geudumbak, dan Desa Langkahan itu sendiri. Mayoritas kerusakan terfokus pada bagian atap bangunan yang terhempas kuatnya tiupan angin, meninggalkan para penghuninya dalam kondisi rentan.

Rincian kerusakan menunjukkan bahwa di Desa Rumoh Rayeuk, sebanyak 36 unit huntara mengalami dampak, dengan 11 unit rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan lima unit rusak ringan. Kondisi serupa juga terjadi di Desa Buket Linteung, khususnya Dusun Leubok Meuku, di mana tujuh unit huntara mengalami kerusakan parah. Ironisnya, satu unit tempat ibadah di lokasi tersebut juga tak luput dari terjangan angin. Sementara itu, di Desa Geudumbak, 10 unit huntara dilaporkan rusak (empat berat, empat sedang, dua ringan), dan lima unit huntara di Desa Langkahan mengalami kerusakan ringan.
Syukurlah, hingga laporan ini diturunkan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat insiden angin kencang ini. Namun, tim di lapangan masih terus bekerja keras untuk mendata secara akurat jumlah pasti warga yang terdampak dan berapa banyak yang kini berstatus pengungsi.
Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, membenarkan kejadian ini. Saat dihubungi wartawan pada Rabu (3/6), Bahron menyatakan, "Benar, telah terjadi angin kencang di Kecamatan Langkahan. Angin merusak huntara yang ada di sana."
Bahron menambahkan bahwa tim gabungan saat ini masih berada di lokasi untuk memastikan penanganan cepat dan tepat bagi warga yang terdampak. Meskipun cuaca di wilayah tersebut dilaporkan mulai membaik, warga tetap diimbau untuk waspada. Sebagian warga bahkan telah proaktif memindahkan barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih aman sebagai langkah antisipasi jika terjadi cuaca buruk susulan.
"Secara keseluruhan, data sementara menunjukkan bahwa 58 unit huntara telah terdampak oleh terjangan angin ini," pungkas Bahron. Menutup pernyataannya, BPBA kembali mengingatkan seluruh masyarakat Aceh, khususnya di wilayah yang masih dalam musim peralihan, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa datang sewaktu-waktu.

