zonamerahnews – Sebuah penemuan tragis mengguncang ketenangan warga Desa Tritunggal, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung pada Jumat (22/5). Sesosok jenazah anak perempuan ditemukan tanpa identitas, namun di sampingnya tergeletak sebuah surat wasiat yang menguak cerita memilukan di balik kematiannya.
Mayat mungil yang terbungkus kain putih itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak menunaikan salat subuh. Kondisi jenazah yang kurus dan adanya luka pada bagian pinggang belakang yang sudah mengalami pembusukan dan keropeng, menambah misteri dan kepiluan atas penemuan ini.

Kapolsek Katibung, Iptu Dita Hidayatullah, dalam keterangannya pada Sabtu (23/5) seperti dilaporkan oleh detikcom, menjelaskan bahwa jenazah berjenis kelamin perempuan tersebut diperkirakan berusia sekitar 11 tahun. Berdasarkan pemeriksaan awal, luka di bagian pinggang diduga kuat akibat terlalu lama berbaring di tempat tidur. Dokter forensik memperkirakan waktu kematian belum sampai 1×24 jam sebelum ditemukan.
Namun, yang paling menyita perhatian adalah keberadaan sepucuk surat wasiat yang diduga ditulis oleh orang tua mendiang. Isi surat tersebut, yang kini menjadi petunjuk utama bagi kepolisian, sungguh merobek hati. Orang tua mendiang menjelaskan bahwa putri mereka meninggal dunia akibat komplikasi diabetes. Mereka mengaku tak mampu memberikan pemakaman yang layak karena kondisi finansial yang terpuruk, baru tiga hari tiba di Kota Lampung, dan menjadi korban penipuan hingga terlunta-lunta tanpa tempat tinggal.
"Assalamualaikum, bagi yang menemui mayat anak saya, ia meninggal karena penyakit diabetes. Kami sebagai orang tua tidak bisa memakamkannya secara layak karena kami baru 3 hari berada di Kota Lampung dan terlunta-lunta tanpa tempat tinggal karena telah ditipu oleh seseorang," demikian kutipan pilu dari surat wasiat yang ditemukan pihak kepolisian, seperti dikutip dari detikcom.
Iptu Dita menyatakan bahwa setelah melalui proses visum di RS Bhayangkara Polda Lampung, jenazah anak perempuan tersebut telah dimakamkan pada Jumat (22/5) sore. Pihak kepolisian kini masih terus berupaya keras untuk melacak keberadaan orang tua korban, berharap dapat mengungkap lebih jauh kisah tragis di balik surat wasiat yang penuh keputusasaan tersebut. Kasus ini menjadi pengingat akan kerasnya perjuangan hidup di tengah keterbatasan dan penipuan yang bisa berujung pada kisah yang begitu memilukan.

