zonamerahnews – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Kabupaten Flores Timur dan Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu malam (8/4), menyebabkan kepanikan dan kerusakan signifikan. Guncangan ini dilaporkan telah melukai puluhan warga dan merusak puluhan rumah, khususnya di Pulau Adonara, Flores Timur.
Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, mengonfirmasi dampak gempa tersebut. "Ada puluhan korban luka-luka akibat kejadian ini, serta kerusakan rumah warga di dua desa di Pulau Adonara, yaitu Desa Terong dan Desa Lamahala," ungkap Antonius pada Kamis (9/4).

Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur menunjukkan bahwa jumlah rumah yang rusak bisa mencapai lebih dari 70 unit. "Ini masih laporan awal, tim BPBD masih terus melakukan pendataan di lapangan, jadi jumlahnya kemungkinan bisa bertambah," jelas perwakilan BPBD.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa gempa dirasakan cukup kuat di Lembata dengan skala intensitas III MMI, yang setara dengan getaran yang dirasakan saat truk besar melintas.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa hingga Kamis pukul 05.40 WIB, telah terjadi 48 gempa susulan. Gempa susulan dengan magnitudo tertinggi tercatat M 3,8, berpusat di darat sekitar 24 kilometer tenggara Larantuka.
Arief Tyastama menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hal ini karena gempa tidak memicu deformasi signifikan pada dasar laut. Meskipun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, meskipun kekuatannya diperkirakan akan terus menurun.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM menambahkan bahwa wilayah ini memang dikenal sebagai zona rawan aktivitas seismik. Episenter gempa berada pada kedalaman yang sangat dangkal, sekitar 5-10 kilometer, di sekitar 21-22 kilometer tenggara Larantuka.
Pemicu gempa ini adalah aktivitas tektonik di zona pertemuan lempeng di kawasan Nusa Tenggara, khususnya subduksi Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia, serta keberadaan sesar-sesar lokal aktif. Kondisi geologis inilah yang menjadikan Flores Timur sebagai daerah dengan tingkat seismik tinggi.

