zonamerahnews – Seorang anggota pemadam kebakaran (Damkar) Kota Depok, Khairul Umam, kini harus menghadapi teror setelah mengunggah konten video yang membahas fungsi helm. Video tersebut, yang diunggah di akun Instagramnya @xkhairulumam, ternyata memicu reaksi tak terduga berupa ancaman melalui pesan WhatsApp.
Dalam video itu, Umam, yang juga seorang komika, dengan lugas menyatakan bahwa helm berfungsi untuk melindungi kepala, bukan untuk merusak kepala. "Gue masih ngasih tahu lu, ini namanya helm, gunanya itu buat ngelindungin kepala, bukan buat ngancurin kepala warga," ujarnya dalam video yang kemudian viral.

Umam menjelaskan bahwa niatnya membuat konten tersebut murni untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya alat pelindung diri (APD), khususnya helm. Ia mengaku tidak menyangka videonya akan menjadi viral dan menegaskan tidak bermaksud menyinggung pihak manapun. "Ya maksudnya kan emang ya emang sudah pada faktanya fungsi helm itu gunanya buat ngelindungin kepala gitu," katanya kepada zonamerahnews.com.
Namun, hanya berselang satu atau dua hari setelah video diunggah, Umam mulai menerima serangkaian pesan teror melalui WhatsApp. Pesan-pesan tersebut, yang juga ia bagikan di Instagramnya, berisi informasi detail tentang alamat rumahnya dan instruksi agar ia "melindungi kepalanya." Salah satu pengirim bahkan menggunakan nama "Raja Kopi" dan meminta Umam untuk terus memakai helm.
Awalnya, Umam merespons pesan-pesan dari nomor tak dikenal itu dengan baik, mengira pengirimnya adalah orang yang dikenalnya. "Saya respon dengan baik, sampai akhirnya dia bilang masalah selamat gitu dan segala macamnya tuh, semoga selamat gitu-gitu, ya saya balikin doa baik lagi kan," tuturnya. Namun, balasan selanjutnya berubah menjadi ancaman halus, seperti "tunggu ya saya ada kejutan buat kamu."
Meski merasa was-was, Umam memilih untuk tidak terlalu ambil pusing. "Ya kalau dibilang was-was sih ya sebenarnya was-was mah ada, gitu. Tapi ya karena saya merasa, ya sudahlah, maksud saya masa iya orang kayak saya sampai diurusin segitunya gitu," ujarnya.
Saat ini, Umam mengaku sudah tidak menerima pesan teror lagi dan kondisi disebutnya "kondusif." Ia belum berencana melaporkan insiden ini ke polisi, namun tidak menutup kemungkinan akan mengambil langkah hukum jika ancaman dirasa semakin membahayakan dirinya atau keluarganya di kemudian hari. "Untuk saat ini sih enggak ada ya, alhamdulillah masih kondusif lah," pungkasnya.

