zonamerahnews.com – Tragedi mencekam menyelimuti misi pemadaman kebakaran hutan di Kalimantan Selatan setelah helikopter Super Puma VH-HGM jatuh ke aliran Sungai Barito. Insiden ini menyisakan teka-teki besar mengenai keberadaan salah satu kru pesawat yang hingga kini belum ditemukan di tengah luasnya aliran sungai.
Berdasarkan keterangan terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dari total tiga awak yang berada di dalam kabin, dua orang dilaporkan telah berhasil diselamatkan. Mereka adalah Hugh Andrew John Page dan Michael John Betteridge yang ditemukan dalam kondisi selamat. Namun, perhatian kini tertuju sepenuhnya pada Yayan Supiansuri, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang bertugas sebagai Helikopter Landing Officer (HLO), yang dinyatakan hilang dalam kecelakaan tersebut.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menegaskan bahwa pemerintah tengah mengerahkan segala upaya untuk menemukan Yayan. Tim penyelamat dari Basarnas Banjarmasin telah bergerak cepat menuju titik koordinat jatuhnya helikopter. Sebanyak 18 personel tim rescue dikerahkan menggunakan kendaraan khusus serta kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk menyisir lokasi kejadian.
Medan pencarian diprediksi tidak akan mudah mengingat lokasi kecelakaan berada cukup jauh dari daratan, yakni sekitar 141 kilometer dari kantor SAR Banjarmasin. Tim penyelamat diperkirakan membutuhkan waktu tempuh hingga 5 jam untuk mencapai titik jatuhnya helikopter tersebut.
Saat ini, fokus utama tim di lapangan adalah melakukan penyisiran intensif di area sungai guna menemukan keberadaan kru yang hilang. Sementara itu, dua kru yang berhasil selamat telah mendapatkan penanganan medis secara intensif untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap stabil pasca-kejadian dramatis tersebut. Pemerintah berjanji akan terus memberikan perhatian penuh hingga seluruh awak ditemukan.

