zonamerahnews.com – Kawasan wisata Gunung Bromo kini tengah dalam pengawasan ketat setelah mengalami erupsi pada Kamis sore. Fenomena alam ini memicu langkah cepat dari pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk memastikan keselamatan seluruh pengunjung yang berada di lokasi.
Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menyatakan bahwa pihaknya telah menetapkan radius aman sejauh 1 kilometer dari bibir kawah. Aturan ini dibuat berdasarkan rekomendasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi guna menghindari risiko kecelakaan akibat aktivitas vulkanik. Di lapangan, petugas telah memasang tanda fisik berupa pal untuk memperjelas batas zona bahaya bagi wisatawan.

Guna memastikan aturan ini dipatuhi, personel gabungan dari TNI dan Polri telah disiagakan di area lautan pasir sejak pagi hari. Kehadiran petugas bertujuan untuk mencegah adanya wisatawan yang nekat menerobos batas aman demi mengambil foto atau sekadar mendekati kawah.
Meski status Gunung Bromo saat ini masih berada pada Level II atau Waspada, pihak pengelola menegaskan tidak akan ragu untuk menutup total kawasan wisata jika aktivitas vulkanik meningkat secara drastis. Koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait terus dilakukan untuk memantau setiap perubahan kondisi gunung secara real time.
Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Api Bromo, erupsi terjadi pada Kamis pukul 17.11 WIB dengan kolom abu berwarna kelabu yang membumbung ke arah barat. Tinggi kolom letusan tercatat mencapai 500 meter di atas puncak atau setara dengan 2829 meter di atas permukaan laut. Aktivitas ini terekam pada seismograf dengan durasi sekitar 46 detik, sehingga pengunjung diimbau untuk tetap tenang namun tetap waspada terhadap instruksi petugas di lapangan.

