zonamerahnews.com – Suasana ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Timur mendadak pecah saat Presiden ke-7 RI Joko Widodo melakukan aksi tak terduga di hadapan majelis hakim dan pengunjung sidang. Di tengah ketegangan kasus dugaan ijazah palsu yang menyeret Roy Suryo sebagai terdakwa, Jokowi justru mengambil langkah tegas dengan memamerkan seluruh dokumen pendidikannya mulai dari tingkat SD hingga sarjana.
Aksi pamer ijazah ini dilakukan Jokowi untuk membungkam keraguan publik yang selama ini menerpa dirinya. Melihat pemandangan tersebut, Roy Suryo yang hadir sebagai terdakwa tidak bisa menahan diri untuk tidak ikut mendekat ke meja hakim. Alih-alih tegang, Roy Suryo justru tertawa lepas saat melihat deretan ijazah asli milik Jokowi ditunjukkan secara langsung ke hadapan publik di ruang sidang.

Dalam kesaksiannya yang emosional, Jokowi mengungkapkan rasa sakit hati yang mendalam akibat tudingan yang dilontarkan oleh pihak Roy Suryo dan kawan-kawan. Ia merasa martabat dirinya serta keluarga telah diinjak-injak melalui isu ijazah palsu tersebut. Jokowi menekankan bahwa tuduhan ini bukan sekadar isu ringan, melainkan serangan yang merusak reputasi pribadinya secara signifikan.
Lebih lanjut, Jokowi memaparkan data yang cukup mengejutkan terkait dampak sosial dari isu ini. Ia menyebutkan bahwa sekitar 18 persen atau setara dengan 34 juta warga Indonesia sempat terpapar keraguan terhadap keaslian ijazahnya. Hal ini dianggapnya sebagai kerugian immaterial yang sangat besar karena telah menggerus kepercayaan masyarakat terhadap integritasnya selama menjabat di berbagai posisi politik.
Jokowi merasa sangat tersinggung karena tuduhan tersebut seolah menyiratkan bahwa ia telah melakukan penipuan administratif saat mencalonkan diri sebagai wali kota, gubernur, hingga dua kali menjabat sebagai presiden. Kini, Roy Suryo harus menghadapi jeratan hukum atas dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik terkait penyebaran tudingan tersebut. Jaksa penuntut umum telah menyiapkan pasal berlapis untuk menjerat terdakwa dalam persidangan yang berlangsung penuh drama ini.

