zonamerahnews.com – Kondisi Sumatera Utara kini tengah berada dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan terkait peredaran gelap narkotika. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution secara terbuka menyampaikan kegelisahannya kepada Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengenai status provinsi tersebut yang memegang predikat paling buruk dalam penggunaan obat-obatan terlarang.
Dalam sebuah agenda pengungkapan besar-besaran narkotika jenis ketamine di Selat Malaka, Bobby mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa Sumut telah menduduki peringkat pertama penyalahgunaan narkoba di tingkat nasional selama lima tahun berturut-turut. Ia menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi Sumatera Utara jauh lebih berat dibandingkan wilayah lain di Indonesia.

Bobby mengungkapkan ambisi besarnya untuk membalikkan keadaan tersebut. Ia tidak ingin Sumut terus berada di puncak daftar hitam pengguna narkoba. Targetnya adalah menurunkan peringkat hingga ke posisi terbawah agar visi Indonesia Emas 2045 dapat tercapai tanpa bayang-bayang kehancuran generasi muda akibat narkotika.
Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga mengenang kembali sikap kerasnya saat menjabat sebagai Wali Kota Medan. Ia sempat memicu kontroversi ketika meminta aparat untuk mengambil tindakan ekstrem berupa tembak di tempat bagi para pelaku penyalahgunaan narkoba dan kriminalitas jalanan yang meresahkan masyarakat.
Wilayah Belawan menjadi salah satu titik yang disorot tajam karena dianggap sebagai pusat peredaran narkoba yang sangat masif di Sumatera Utara. Bobby menaruh harapan besar agar kehadiran Kapolri di wilayah ini mampu membawa perubahan signifikan sehingga Belawan bisa bertransformasi dari daerah rawan menjadi daerah yang bersih dari narkoba.
Menanggapi hal tersebut, Kapolri Suyudi memberikan respons tegas. Meski mengakui Sumut berada di posisi pertama dalam hal penggunaan, ia menekankan bahwa kepolisian justru mencatat angka pengungkapan kasus yang sangat tinggi di wilayah tersebut. Kapolri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak patah semangat dan terus memperkuat langkah pencegahan dari hulu.
Ia juga menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan oleh satu lembaga saja. Sinergi lintas instansi sangat krusial untuk memutus rantai penyelundupan barang haram, terutama yang masuk melalui jalur laut, guna melindungi kedaulatan bangsa dari ancaman kejahatan transnasional ini.

