zonamerahnews.com – Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam terhadap arah kebijakan ekonomi nasional yang dinilai telah melenceng jauh dari mandat konstitusi. Dalam sebuah forum penting di Jakarta, ia menegaskan bahwa fondasi ekonomi yang dijalankan selama ini tidak sejalan dengan semangat Undang-Undang Dasar 1945. Prabowo menekankan pentingnya keberanian bangsa untuk melakukan koreksi besar-besaran demi mengembalikan kejayaan ekonomi yang berkeadilan.
Menurut Prabowo, ketimpangan ekonomi di tanah air sudah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Ia mengungkapkan fakta pahit bahwa kekayaan alam Indonesia yang sangat melimpah ternyata hanya berputar di lingkaran kecil saja. Saat ini, kesejahteraan justru hanya dinikmati oleh segelintir elite yang jumlahnya tidak sampai satu persen dari total populasi. Kondisi ini ia sebut sebagai bentuk kebocoran kekayaan negara yang luar biasa akibat kurangnya kewaspadaan para pemangku kepentingan.

Sebagai langkah konkret, Presiden berkomitmen untuk mengembalikan marwah ekonomi Indonesia melalui implementasi ketat Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945. Ia berjanji akan memperketat pengawasan agar sumber daya alam tidak lagi dikuasai oleh kelompok tertentu. Prabowo mengajak seluruh rakyat untuk tetap optimis dan percaya bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju, meskipun banyak tantangan dan pihak yang mencoba menghambat kemajuan tersebut.
Selain masalah ekonomi, Prabowo juga menyinggung adanya upaya dari pihak luar yang mencoba menjatuhkan citra Indonesia di mata dunia. Ia mencontohkan isu kebakaran hutan dan lahan yang sering kali dijadikan alat untuk menyudutkan Indonesia. Padahal, ia mengklaim ada indikasi kuat keterlibatan perusahaan asing yang telah beroperasi selama belasan tahun namun terus melakukan pelanggaran aturan lingkungan secara berulang kali. Prabowo berjanji akan mengungkap identitas perusahaan-perusahaan nakal tersebut pada kesempatan mendatang.

